Tulisan Founder
Negeri Buku
Amar Arisalah
*Kerajaan Kebalikan dan Raja Penipu*
Cerita rakyat, adalah cerita yang terjadi di masa lampau dan menyebar dari mulut ke mulut.
Biasanya, ada bukti berupa peninggalan purbakala, gunung, danau, atau sungai.
Ceritanya pun relatif tak masuk akal, klenik, gaib, dan bahkan mengerikan. Contoh, Sangkuriang, Batu Menangis, dan Malin Kundang.
Suatu hari, Kadep Kebudayaan PP KAMMI dalam pengembaraannya ke suatu daerah, menemukan cerita begini:
Undang-undang yang baru diterapkan Raja membuat, segala sesuatu di kerajaan itu menjadi kebalikan. Apapun itu. Hujan ke atas, pelangi lurus, dan kucing menetas dari kepompong.
Saat makanan langka, Rajanya sarankan tanam sendiri. Saat bencana datang, ia berpesta. "Semua baik-baik saja!"
Ternyata diam-diam raja ini menipu. Ia adalah seorang biasa yang dikendalikan kelompok Pengacau di dalam istana.
Dinamika dalam Kerajaan Kebalikan, dan bahkan motif-motif psikologi Raja Penipu, hingga tingkah polah para hewan dan manusia di Kerajaan Kebalikan ini, menarik untuk diikuti.
Kerajaan Kebalikan dan Raja Penipu adalah sebuah konsep. Kembangkan menjadi cerita di negeri antah berantah, di masa 2000 tahun sebelum hari ini!
Departemen Kebudayaan menantang kawan-kawan semua untuk menciptakan cerita rakyat baru, dari temuan Kadep Kebudayaan!
Persyaratan:
1. Gunakan bahasa Indonesia sesuai PUEBI
2. Diperkenankan menggunakan gaya apapun, termasuk fabel
3. Panjang tulisan 1-3 halaman
4. Pengirim merupakan kader KAMMI
5. Naskah dikirim di ms. Word dengan biodata lengkap ke amarrisalah@rocketmail.com
6. Naskah dipublikasi di blog, facebook, atau media massa cetak di kotanya
7. Peserta sadar dan tahu bahwa lomba ini tidak berhadiah.
8. Insyaa Allah naskah terkumpul akan disebarkan secara online
9. Tulis saja dulu. Persekusi itu resiko, penjara itu tamasya.
*Departemen Kebudayaan PP KAMMI*
Uswatun Hasanah Fitria
Jumat, 12 Oktober 2018
Rabu, 10 Oktober 2018
Materi literasi
_STORY TELLING_ 3:
Seperti yg telah saya sampaikan sebelumnya, komponen _feature_ terdiri dari:
1) Judul Tulisan
2) Paragraf Pembuka ( _Lead_)
3) Isi Tulisan ( _Body_), dan
4) Penutup ( _Ending_)
Mari kita bahas satu per satu ๐
*Judul Tulisan*
Membuat judul itu nggak melulu harus mewakili apa yg tersirat seluruhnya dari isi _feature_. Poin terpentingnya, asalkan memuat inti dari tulisan kita. Usahakan membuat judul sebombastis mungkin.
Kita bisa bikin judul yg membuat pembaca merasa terkejut saat membaca judul kita...
Misalnya,
*Pelajar Ini Sukses Meraih Keuntungan 150 Juta Hanya dalam Waktu 1 Bulan*
atau kita bisa bikin judul yg membuat pembaca merasa khawatir ๐
Misalnya,
*Wattpad Anda Susah Mendapatkan Pengunjung? Mungkin 4 Kesalahan Ini Pernah Anda Lakukan.*
*Paragraf Pembuka*
Saat menulis _feature_, sebaiknya kita menggunakan paragraf pembuka ( _lead_) sebelum masuk pada inti apa yg kita tuliskan dalam _feature_.
Sebisa mungkin, gunakan bahasa yg mampu menggugah emosi pembaca, membuat pembaca menjadi penasaran dan bertanya-tanya, misalnya dg mengungkapkan fakta yg sensasional.
Semakin menarik dan menggelitik bahasa yg kita gunakan maka semakin membuat para pembaca tertarik untuk melanjutkan membaca tulisan kita ^^
Dalam penulisan _feature_, terdapat 3 jenis paragraf pembuka.
1) Paragraf Pembuka Deskripsi
Paragraf ini menceritakan sebuah sosok atau terjadinya suatu peristiwa.
Misalnya,
Wanita yg duduk dekat jendela itu usianya sekitar lima puluhan, dg sanggul yg melekat di kepalanya, ia menatap langit-langit rumah yg kian lapuk dg tatapan kosong...
2) Paragraf Pembuka Kutipan
_Feature_ yg menggunakan jenis paragraf ini bisa diawali dg mengutip ucapan2 tokoh terkenal. Dan tentu saja, kalimat yg kita gunakan kudu bisa menggugah emosi pembacanya.
Misalnya,
"Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia." Apa yg pernah Bung Karno ucapkan tersebut masih terngiang-ngiang di telinga Joko. Semangatnya pun semakin berkobar. Tekad untuk mengabdi pada negara pun semakin menjadi-jadi.
3) Paragraf Pembuka dg Pertanyaan
Paragraf ini seolah ingin menyapa pembaca dg melibatkannya untuk menjawab.
Misalnya,
Pekerjaan mendulang timah selalu diidentikkan dengan sosok pria. Benarkah seperti itu? Padahal, banyak wanita yg juga sedang memperjuangkan hidupnya demi sesuap nasi dg mendulang timah. Maryamah Karpov, salah satunya.
*Isi Tulisan*
Dalam menulis _feature_, kita harus menuliskan alur yg sistematis, jangan berbelit2. Usahakan agar tulisan kita nggak berisi informasi doank tapi cobalah dg menyelingi deskripsi suasana, karakter sosok yg kita sampaikan atau hal-hal ringan dan _simple_ lainnya.
*Penutup*
Penutup dalam tulisan _feature_, merupakan pemberi kesan terakhir atau kesimpulan dari apa yg kita tulis.
Sebaik apapun tulisan kita, jika kita tidak bisa menutupnya semenarik dan menggelitik mungkin maka akan terasa hambar di akhirnya. Oleh karena itu, usahakan membuat paragraf penutup yg menarik.
*Jenis2 Penutup _Feature_*
1) _Feature_ Penutup Penyentak
Penutup yg mengejutkan di akhir tulisan.
2) _Feature_ Penutup Klimaks
Biasanya digunakan jika alur yg kita tuliskan berupa alur sebab akibat atau kronologis.
3) _Feature_ Penutup Menggantung
Penutup yg sangat disarankan untuk membuat pembaca semakin penasaran, terutama untuk hal-hal yg sifatnya belum selesai.
Saya tambahkan yaa... contoh *_Feature_ Penutup*
1) *_Feature_ Penutup Penyentak*
Misalnya _feature_ yg kita tulis menceritakan tentang usaha seorang anak yg belum bisa memaafkan tindakan ayahnya (ia dan ibunya ditinggalkan begitu saja saat masih kecil). Ketika dewasa dan ia sudah bisa melupakan kesalahan ayahnya dimasa lalu, ia tergerak untuk menjenguk ayahnya yg sedang sakit keras. Namun, usahanya sia-sia karena ayahnya telah meninggal dunia sebelum ia berhasil menemuinya.
2) *_Feature_ Penutup Klimaks*
Dan akhirnya, si bidan dan sang dukun beranak itu hidup berdampingan dan rukun, saling menghargai, dan tiada lagi caci maki.
(ceritanya tentang bidan ama dukun beranak yg sering rebutan pasien ๐๐)
3) *_Feature_ Penutup Penggantung*
Begitulah. Sarinah adalah salah satu dari sekian sosok yg gigih melawan Ritual Tarian Seblang di kampungnya. Ia pantang menyerah. Lalu, apakah perjuangan Sarinah membuahkan hasil? Sanggupkah ia berhadapan dengan para tetua yang begitu kental adat Jawa-nya?
Nah... Bagaimana Kiat2 Menulis _Feature_ yang Baik?
*Berpikir Kreatif*
Berpikir kreatif maksudnya nggak harus menjadi perhatian banyak orang. Kita bisa melakukannya dg cara mengemas kisah kita dg cara yg unik.
*Gunakan Alur Variatif*
Klo kita menggunakan alur maju, otomatis gampang ketebak oleh para pembaca. Coba buat pakek alur maju mundur ( _flashback_ ).
*Tonjolkan Sisi2 Humanis*
Mengangkat sisi2 humanis sangat dibutuhkan oleh penulis _feature_ untuk menarik simpati dan empati para pembacanya. Bagaimana membuat pembaca merasa terinspirasi dari sosok yg kita tulis nanti.
*Gunakan Penggambaran Bahasa yg Detail dan Mendalam*
Jika kita ingin menulis _feature_ dg mengangkat peristiwa, tempat, atau menceritakan kuliner yg unik, gambarkan peristiwa tersebut dg bahasa mendetail dan mendalam. Dengan seperti itu, jika tulisan kita berhasil membuat pembaca tertarik dan penasaran, pembaca tsb akan mencari tahu latar belakang tulisan yg kita anggap unik itu.
*Berpikir Kreatif*
Misalnya,
*Dari Bau-Bau sampai Sembuh*
Usia Andini masih tiga bulan. Namun, diusia sebelia itu, ia sudah harus menempuh perjalanan darat dan laut semalaman dari Bau-Bau Sulawesi Tenggara ke Makassar. Perjalanan itu pastilah semakin berat buat si bayi malang karena kepalanya kian membesar akibat didera _hydrocephalus_.
*Gunakan Alur Variatif*
Saya ambil alur _flashback_
Pernah baca cerita *The Bourne Identity*?
Cerita diawali di tengah-tengah, saat Jason Bourne tidak ingat siapa dirinya. Lalu cerita bergulir maju perlahan. Kemudian kita diperlihatkan _flashback_ kejadian masa lalu Bourne.
*Tonjolkan Sisi2 Humanis*
Pernah baca novel *Bidadari-bidadari Surga* karangan Bang Tere?
Dalam novel tersebut, penulis menceritakan sosok Laisa yg begitu buaek bak bidadari. Ia yg begitu menyayangi keluarganya meskipun ia tahu bahwa ia bukan anak kandung. Ia yg rela berkorban demi adek2nya.
Ini salah satu contoh yg menonjolkan sisi humanis.
Contoh terakhir ๐๐
Disini saya seolah penulis _feature_ yg ingin menggambarkan sebuah kuliner _Rolling Cheese_
Tersedia dua pilihan _Rolling Cheese_ sebagaimana dijelaskan oleh _Chef_ Lucky saat Pembukaan Ojju. Ada _Beef Ribs_ dan _Chicken Wings_ yg dibalut keju Mozarella, di tengah _potato wedges_, jagung, dan jalapeno.
Bahan _chicken wings_ yg digunakan adalah bahan lokal. Hanya saja, untuk iga sapi, _Ojju_ mengambil dari AS lantaran kualitas dating yg lebih _soft moist_. Sebelum dibalut Mozarella, _chicken wings_ dan _beef ribs_ diolesi says _barbeque_ khas _Ojju_.
Seperti yg telah saya sampaikan sebelumnya, komponen _feature_ terdiri dari:
1) Judul Tulisan
2) Paragraf Pembuka ( _Lead_)
3) Isi Tulisan ( _Body_), dan
4) Penutup ( _Ending_)
Mari kita bahas satu per satu ๐
*Judul Tulisan*
Membuat judul itu nggak melulu harus mewakili apa yg tersirat seluruhnya dari isi _feature_. Poin terpentingnya, asalkan memuat inti dari tulisan kita. Usahakan membuat judul sebombastis mungkin.
Kita bisa bikin judul yg membuat pembaca merasa terkejut saat membaca judul kita...
Misalnya,
*Pelajar Ini Sukses Meraih Keuntungan 150 Juta Hanya dalam Waktu 1 Bulan*
atau kita bisa bikin judul yg membuat pembaca merasa khawatir ๐
Misalnya,
*Wattpad Anda Susah Mendapatkan Pengunjung? Mungkin 4 Kesalahan Ini Pernah Anda Lakukan.*
*Paragraf Pembuka*
Saat menulis _feature_, sebaiknya kita menggunakan paragraf pembuka ( _lead_) sebelum masuk pada inti apa yg kita tuliskan dalam _feature_.
Sebisa mungkin, gunakan bahasa yg mampu menggugah emosi pembaca, membuat pembaca menjadi penasaran dan bertanya-tanya, misalnya dg mengungkapkan fakta yg sensasional.
Semakin menarik dan menggelitik bahasa yg kita gunakan maka semakin membuat para pembaca tertarik untuk melanjutkan membaca tulisan kita ^^
Dalam penulisan _feature_, terdapat 3 jenis paragraf pembuka.
1) Paragraf Pembuka Deskripsi
Paragraf ini menceritakan sebuah sosok atau terjadinya suatu peristiwa.
Misalnya,
Wanita yg duduk dekat jendela itu usianya sekitar lima puluhan, dg sanggul yg melekat di kepalanya, ia menatap langit-langit rumah yg kian lapuk dg tatapan kosong...
2) Paragraf Pembuka Kutipan
_Feature_ yg menggunakan jenis paragraf ini bisa diawali dg mengutip ucapan2 tokoh terkenal. Dan tentu saja, kalimat yg kita gunakan kudu bisa menggugah emosi pembacanya.
Misalnya,
"Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia." Apa yg pernah Bung Karno ucapkan tersebut masih terngiang-ngiang di telinga Joko. Semangatnya pun semakin berkobar. Tekad untuk mengabdi pada negara pun semakin menjadi-jadi.
3) Paragraf Pembuka dg Pertanyaan
Paragraf ini seolah ingin menyapa pembaca dg melibatkannya untuk menjawab.
Misalnya,
Pekerjaan mendulang timah selalu diidentikkan dengan sosok pria. Benarkah seperti itu? Padahal, banyak wanita yg juga sedang memperjuangkan hidupnya demi sesuap nasi dg mendulang timah. Maryamah Karpov, salah satunya.
*Isi Tulisan*
Dalam menulis _feature_, kita harus menuliskan alur yg sistematis, jangan berbelit2. Usahakan agar tulisan kita nggak berisi informasi doank tapi cobalah dg menyelingi deskripsi suasana, karakter sosok yg kita sampaikan atau hal-hal ringan dan _simple_ lainnya.
*Penutup*
Penutup dalam tulisan _feature_, merupakan pemberi kesan terakhir atau kesimpulan dari apa yg kita tulis.
Sebaik apapun tulisan kita, jika kita tidak bisa menutupnya semenarik dan menggelitik mungkin maka akan terasa hambar di akhirnya. Oleh karena itu, usahakan membuat paragraf penutup yg menarik.
*Jenis2 Penutup _Feature_*
1) _Feature_ Penutup Penyentak
Penutup yg mengejutkan di akhir tulisan.
2) _Feature_ Penutup Klimaks
Biasanya digunakan jika alur yg kita tuliskan berupa alur sebab akibat atau kronologis.
3) _Feature_ Penutup Menggantung
Penutup yg sangat disarankan untuk membuat pembaca semakin penasaran, terutama untuk hal-hal yg sifatnya belum selesai.
Saya tambahkan yaa... contoh *_Feature_ Penutup*
1) *_Feature_ Penutup Penyentak*
Misalnya _feature_ yg kita tulis menceritakan tentang usaha seorang anak yg belum bisa memaafkan tindakan ayahnya (ia dan ibunya ditinggalkan begitu saja saat masih kecil). Ketika dewasa dan ia sudah bisa melupakan kesalahan ayahnya dimasa lalu, ia tergerak untuk menjenguk ayahnya yg sedang sakit keras. Namun, usahanya sia-sia karena ayahnya telah meninggal dunia sebelum ia berhasil menemuinya.
2) *_Feature_ Penutup Klimaks*
Dan akhirnya, si bidan dan sang dukun beranak itu hidup berdampingan dan rukun, saling menghargai, dan tiada lagi caci maki.
(ceritanya tentang bidan ama dukun beranak yg sering rebutan pasien ๐๐)
3) *_Feature_ Penutup Penggantung*
Begitulah. Sarinah adalah salah satu dari sekian sosok yg gigih melawan Ritual Tarian Seblang di kampungnya. Ia pantang menyerah. Lalu, apakah perjuangan Sarinah membuahkan hasil? Sanggupkah ia berhadapan dengan para tetua yang begitu kental adat Jawa-nya?
Nah... Bagaimana Kiat2 Menulis _Feature_ yang Baik?
*Berpikir Kreatif*
Berpikir kreatif maksudnya nggak harus menjadi perhatian banyak orang. Kita bisa melakukannya dg cara mengemas kisah kita dg cara yg unik.
*Gunakan Alur Variatif*
Klo kita menggunakan alur maju, otomatis gampang ketebak oleh para pembaca. Coba buat pakek alur maju mundur ( _flashback_ ).
*Tonjolkan Sisi2 Humanis*
Mengangkat sisi2 humanis sangat dibutuhkan oleh penulis _feature_ untuk menarik simpati dan empati para pembacanya. Bagaimana membuat pembaca merasa terinspirasi dari sosok yg kita tulis nanti.
*Gunakan Penggambaran Bahasa yg Detail dan Mendalam*
Jika kita ingin menulis _feature_ dg mengangkat peristiwa, tempat, atau menceritakan kuliner yg unik, gambarkan peristiwa tersebut dg bahasa mendetail dan mendalam. Dengan seperti itu, jika tulisan kita berhasil membuat pembaca tertarik dan penasaran, pembaca tsb akan mencari tahu latar belakang tulisan yg kita anggap unik itu.
*Berpikir Kreatif*
Misalnya,
*Dari Bau-Bau sampai Sembuh*
Usia Andini masih tiga bulan. Namun, diusia sebelia itu, ia sudah harus menempuh perjalanan darat dan laut semalaman dari Bau-Bau Sulawesi Tenggara ke Makassar. Perjalanan itu pastilah semakin berat buat si bayi malang karena kepalanya kian membesar akibat didera _hydrocephalus_.
*Gunakan Alur Variatif*
Saya ambil alur _flashback_
Pernah baca cerita *The Bourne Identity*?
Cerita diawali di tengah-tengah, saat Jason Bourne tidak ingat siapa dirinya. Lalu cerita bergulir maju perlahan. Kemudian kita diperlihatkan _flashback_ kejadian masa lalu Bourne.
*Tonjolkan Sisi2 Humanis*
Pernah baca novel *Bidadari-bidadari Surga* karangan Bang Tere?
Dalam novel tersebut, penulis menceritakan sosok Laisa yg begitu buaek bak bidadari. Ia yg begitu menyayangi keluarganya meskipun ia tahu bahwa ia bukan anak kandung. Ia yg rela berkorban demi adek2nya.
Ini salah satu contoh yg menonjolkan sisi humanis.
Contoh terakhir ๐๐
Disini saya seolah penulis _feature_ yg ingin menggambarkan sebuah kuliner _Rolling Cheese_
Tersedia dua pilihan _Rolling Cheese_ sebagaimana dijelaskan oleh _Chef_ Lucky saat Pembukaan Ojju. Ada _Beef Ribs_ dan _Chicken Wings_ yg dibalut keju Mozarella, di tengah _potato wedges_, jagung, dan jalapeno.
Bahan _chicken wings_ yg digunakan adalah bahan lokal. Hanya saja, untuk iga sapi, _Ojju_ mengambil dari AS lantaran kualitas dating yg lebih _soft moist_. Sebelum dibalut Mozarella, _chicken wings_ dan _beef ribs_ diolesi says _barbeque_ khas _Ojju_.
Selasa, 09 Oktober 2018
Literasi
Bagian 4 dari 4:
Melanjutkan Proses Menulis
1. Lakukan revisi. Setelah selesai menulis pembukaan, Anda harus melakukan revisi untuk memastikan cerita dan detailnya sejalan dengan visi Anda untuk novel tersebut. Luangkan waktu beberapa hari untuk membaca lagi pembukaan novel yang sudah ditulis dan periksalah kesinambungan, kejelasan, dan perkembangannya. Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan yang perlu dijawab:Apakah semua yang terjadi di bagian pembukaan itu masuk akal? Apakah pembukaan itu mengalir lancar? Apakah ada perubahan drastis yang mungkin membingungkan bagi pembaca? Jika ya, bagaimana menyelaraskannya? Apakah ada bagian yang mungkin membingungkan pembaca? Apakah menjelaskan dan/atau mengembangkan bagian tersebut mungkin dilakukan?
2. Lakukan pengeditan. Setelah selesai merevisi isi halaman-halaman pembuka, Anda juga harus mengeditnya. Bacalah lagi bab tersebut untuk memeriksa kesalahan seperti ejaan, tanda baca, dan tata bahasa.Salah satu cara untuk menemukan kesalahan-kesalahan kecil adalah membaca dengan suara keras. Anda juga dapat membaca bab pertama dari belakang supaya kesalahan kecil lebih mudah ditemukan.Jika Anda menemukan kesalahan, salah satu cara untuk mengecek kesalahan yang sama adalah menggunakan fitur find and replace(cari dan ganti) dari MS Word. Misalnya, jika Anda menemukan salah eja “byka” carilah “byka” dan ganti semuanya dengan “buka”.
3. Mintalah seseorang membaca draf Anda. Setelah bab pertama diedit dengan baik (namun masih belum sempurna, itu bagian nanti), carilah teman yang suka menulis juga atau guru dan mintalah dia untuk menjadi pembaca pertama.Pembaca pertama yang ideal adalah orang yang memiliki pengetahuan bahasa yang kuat, senang membaca novel, dan akan memberi umpan balik yang jujur.Tanyakan apakah bab pembuka tersebut dapat menariknya ke dalam cerita, dan setelah itu pertanyaan apa yang ingin dia ketahui jawabannya. Pembaca akan dapat mengatakan apakah cerita Anda masuk akal dan juga memberi tahu Anda apakah cerita itu menarik. Ingatlah bahwa pembukaan cerita adalah yang paling penting! Jika pembaca bosan di awal, dia mungkin tidak akan menyelesaikannya. Anda juga bisa meminta beberapa orang untuk membacanya supaya memperoleh pendapat yang bervariasi. Ini adalah kesempatan bagus untuk mengikuti lokakarya penulisan atau kursus menulis kreatif.
4. Teruskan menulis bagian selanjutnya.Setelah memoles pembukaan dan menerima umpan balik dari pembaca, jangan buang-buang waktu lagi untuk melanjutkan dengan bab 2. Anda perlu terus menulis saat momentumnya masih segar untuk menghindari kemacetan ide. Ingatlah untuk tetap konsisten dengan gaya penulisan, sudut pandang, dan tokoh yang sudah Anda kembangkan dengan baik dalam pembukaan.Ingatlah juga untuk menjawab detail masalah, dilema, atau misteri yang tidak terpecahkan dalam pembukaan.
Tips
Anda tidak bisa membuat plot yang lemah dan tokoh kuat (atau sebaliknya) dan mengharapkan pembaca asyik tenggelam dalam cerita Anda. Biarkan pembaca mengenal tokoh secara pribadi. Anda ingin pembaca peduli pada tokoh-tokoh tersebut sehingga ingin mengetahui apa yang terjadi pada mereka dan apakah mereka akan menjadi lebih baik dalam perjalanannya.
Melanjutkan Proses Menulis
1. Lakukan revisi. Setelah selesai menulis pembukaan, Anda harus melakukan revisi untuk memastikan cerita dan detailnya sejalan dengan visi Anda untuk novel tersebut. Luangkan waktu beberapa hari untuk membaca lagi pembukaan novel yang sudah ditulis dan periksalah kesinambungan, kejelasan, dan perkembangannya. Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan yang perlu dijawab:Apakah semua yang terjadi di bagian pembukaan itu masuk akal? Apakah pembukaan itu mengalir lancar? Apakah ada perubahan drastis yang mungkin membingungkan bagi pembaca? Jika ya, bagaimana menyelaraskannya? Apakah ada bagian yang mungkin membingungkan pembaca? Apakah menjelaskan dan/atau mengembangkan bagian tersebut mungkin dilakukan?
2. Lakukan pengeditan. Setelah selesai merevisi isi halaman-halaman pembuka, Anda juga harus mengeditnya. Bacalah lagi bab tersebut untuk memeriksa kesalahan seperti ejaan, tanda baca, dan tata bahasa.Salah satu cara untuk menemukan kesalahan-kesalahan kecil adalah membaca dengan suara keras. Anda juga dapat membaca bab pertama dari belakang supaya kesalahan kecil lebih mudah ditemukan.Jika Anda menemukan kesalahan, salah satu cara untuk mengecek kesalahan yang sama adalah menggunakan fitur find and replace(cari dan ganti) dari MS Word. Misalnya, jika Anda menemukan salah eja “byka” carilah “byka” dan ganti semuanya dengan “buka”.
3. Mintalah seseorang membaca draf Anda. Setelah bab pertama diedit dengan baik (namun masih belum sempurna, itu bagian nanti), carilah teman yang suka menulis juga atau guru dan mintalah dia untuk menjadi pembaca pertama.Pembaca pertama yang ideal adalah orang yang memiliki pengetahuan bahasa yang kuat, senang membaca novel, dan akan memberi umpan balik yang jujur.Tanyakan apakah bab pembuka tersebut dapat menariknya ke dalam cerita, dan setelah itu pertanyaan apa yang ingin dia ketahui jawabannya. Pembaca akan dapat mengatakan apakah cerita Anda masuk akal dan juga memberi tahu Anda apakah cerita itu menarik. Ingatlah bahwa pembukaan cerita adalah yang paling penting! Jika pembaca bosan di awal, dia mungkin tidak akan menyelesaikannya. Anda juga bisa meminta beberapa orang untuk membacanya supaya memperoleh pendapat yang bervariasi. Ini adalah kesempatan bagus untuk mengikuti lokakarya penulisan atau kursus menulis kreatif.
4. Teruskan menulis bagian selanjutnya.Setelah memoles pembukaan dan menerima umpan balik dari pembaca, jangan buang-buang waktu lagi untuk melanjutkan dengan bab 2. Anda perlu terus menulis saat momentumnya masih segar untuk menghindari kemacetan ide. Ingatlah untuk tetap konsisten dengan gaya penulisan, sudut pandang, dan tokoh yang sudah Anda kembangkan dengan baik dalam pembukaan.Ingatlah juga untuk menjawab detail masalah, dilema, atau misteri yang tidak terpecahkan dalam pembukaan.
Tips
Anda tidak bisa membuat plot yang lemah dan tokoh kuat (atau sebaliknya) dan mengharapkan pembaca asyik tenggelam dalam cerita Anda. Biarkan pembaca mengenal tokoh secara pribadi. Anda ingin pembaca peduli pada tokoh-tokoh tersebut sehingga ingin mengetahui apa yang terjadi pada mereka dan apakah mereka akan menjadi lebih baik dalam perjalanannya.
Minggu, 07 Oktober 2018
Diskusi Inspiratif kader.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillaahirabbil alamin, nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu, wa na’udzu billahi min syururi anfusina, wa min sayyita a’malina..
Man yahdillahu fala mudhillalahu, wa man yudhlillahu fala hadiyalahu.
Asyhadu Allahilahaillahllaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.
Selamat malam waktu Indonesia calon intelektual muda di belahan bumi manapun berada๐.
Gimana Kabarnyaa???
Semoga senantiasa dalam keadaan sehat wal’afiat yaa, lahir maupun batin, iman dan islam serta dalam keta’atan dan semangat produktif every time. Tak lupa tersematkan dalam tiap langkah Prinsip Gerakan KAMMI...
_Apabila engkau bertanya tentang ketulusan cinta dalam perjuangan, Maka temuilah para aktivis mahasiswa yang mempunyai idealisme. Karena kecintaan mereka bukan terletak pada materi paling berharga dunia, tetapi pada perjuangan tak kenal lelah dalam merealisasikan mimpi2nya._
: Memanjatkan puji dan syukur seagung-agungnya kepada Allah SWT, yang memberikan kesehatan, kekuatan dan keluangan waktu untuk kita sekalian pada malam ini.
meskipun jarak kita terpisahkan oleh ruang dan waktu kita ditakdirkan berkumpul dalam satu ruang karya di dalam grup ini.
Bersama-sama menebar kebaikan dalam dekapan Allah SWT. Sesungguhnya persaudaraan kita di jalan juang ini, tak mengenal batas kampus. persaudaraan kita adalah melintasi kampus, wilayah, lautan, hingga teritorial negara
Tak pernah terlupakan shalawat salam teriring pada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, Qudwah Tauladan semesta alam yang tiap laku Beliau adalah akhlakul karimah, kepada keluarga beliau, sahabat-sahabat dan para pengikut dan pewaris risalah beliau hingga akhir Zaman.
Semoga kelak di yaumil Akhir nanti Ia berikan syafaatnya bagi kita sekalian kelak hingga membersamainya meneguk manisnya telaga Al Kautsar, bersejuk di putih susu warnanya-nya dan bersenang – senang menuju JannahNya kelak.
Juga tak lupa sejumput doa kita panjatkan teruntuk Kedua Orang kita yang telah merawat dan menjaga kita sewaktu kecil, senantiasa mendoakan kita dalam tiap2 sujudnya.
Semoga kita bisa menjadi anak yang shaleh/shaleha yang merupakan satu diantara 3 amal jariyah yang tiada pernah putus bagi mereka.
Sebelumnya, yang saya hormati para pembesar Kammi, para pejabat wilayah Kammi Pontianak, dan para petinggi komisariat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia..
Dalam hangat malam, ini ijinkalah saya hadir lebih dekat di hadapan teman2 sekalian. Sebagaimana telah kita ketahui bersama, kita adalah saudara se-Ideologis yang punya mimpi2 untuk menjayakan Indonesia di berbagai bidang pada masa keemasan 100 tahun Nusantara,
Yang pertama, saya memulai kisah ini dengan sebuah gambaran peradaban jauh di titian masa lampau yang termuat dalam buku _Madza Qaddamal Muslimuna lil‘Alam, shamatul al-Muslimin fi al-Hadharah al-Insaniyah._
Buku yang ditulis oleh salah satu cendekian Muslim Prof. Dr. Raghib As-Sirjani telah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dengan judul *Sumbangan peradaban Islam bagi Dunia*.
Buku ini banyak menceritakan perbedaan antara Kehidupan Bangsa Eropa yang saat ini dikenal sebagai benua peradaban modern.
Namun terlepas dari itu semua sebelum masuknya Islam,
mereka memiliki periode kelam Yang mana pada masa itu sering dikenal sebagai
*Benua Kegelapan*.
*Benua Kegelapan*.
Pada masa itu di lukiskan bahwa:
Eropa penuh dengan Hutan belantara
- Sistem pertaniannya terbelakang
- Dari rawa – rawa pinggiran Kota tersebar bau busuk
- Rumah – rumah di Paris dan London dibangun dari Kayau dan Tanah yang dicampur dengan jerami dan bambu
- Rumah – rumah itu tidak berventilasi dan tidak punya kamar – kamar yang teratur.
- Mereka tidak mengenal kebersihan, Rumah – rumah dibangun dengan batu kasar tidak dipahat dan diperkuat dengan tanah halus. Rumah – rumahnya dibangun di dataran Rendah, berpintu sempit dan tidak terkunci serta bejendela
- Wabah penyakit pada binatang Ternak
- Kondisi sosial, politik, dan ekonomi berada dalam keadaan yang menyedihkan
- Rakyat dibagi-bagi ke dalam sistem kelas, sehingga keadaannya diliputi oleh kemelaratan, ketertindasan dan ketiadaan persamaan hak.
Periode tersebut terjadi pada abad ke-7M hingga 10M, Akan tetapi semenjak masuknya Islam, Peradaban Islam mengeluarkan beribu – ribu ilmuan besar yang berpertan dalam memajukan peradaban dan lembaran sejarahnya. Disamping tentu saja pada setiap peradaban kemanusiaan terdapat para Ilmuan yang namanya abadi sepanjang masa.
Hal ini dibuktikan dengan:
*Cordoba*, Malam hari diterangi lampu. Pejalan kaki memperoleh cahaya sepanjang sepuluh mil tanpa terputus. Lorong-lorongnya dialasi dengan batu ubin. Cordoba di kelilingi taman hijau, orang – orang yang berkunjung ke sana biasanya bersenang-senang dulu di kebun-kebun dan taman-taman sebelum sampai di Kota Cordoba. Penduduknya lebih dari satu jiwa.
Granada*, Terdapat Istana Al-Hamra yang merupakan lambang keajaiban yang menjadi pusat perhatian wisatawa dari mancanegara kendati zaman datang silih berganti. Istana ini didirikan diatas bukit yang menghadap ke Kota Granada dan hamparan ladang yang luas dan subur yang mengelilinginya kota itu sehingga tampak seperti tempat terindah di Dunia.
: *Sevilla*, di Kota ini terdapat 6000 alat tenun sutra. Setiap penjuru kota di Sevilla dikelilingi Pohon Zaitun. Secara Umum Kota Spanyol ramai sekali.*Baghdad*, memiliki Jembatan sampai 30.000 buah yang menjuntai di sepanjang Sungai Tigris. Masjid – masjid mencapai 300.000 buah, Sementara penduduk Baghdad dan kebanyakkan Ulama, Sastrawan, dan Filsuf sudah tak terhitung lagi jumlahnya.
Dari sini yang perlu kita catat bahwa Islam sesungguhnya masuk dengan membawa cahaya bukan hanya bagi penerang jiwa, melainkan sebagai penerang akal. Keilmuan yang hari ini nampak oleh temuan orang – orang barat sejatinya merupakan ilmu pengetahuan yang telah di ditemukan oleh para cendekiawan muslim jaman dahulu.
Hingga hari ini seharusnya menjadi pertanyaan besar bagi kita adalah siapakah yang akan meneruskan perjuangan keilmuan tersebut?
Selanjutnya kisah yang kedua, saya menyebutnya sebagai the _Real Inspiring Story_.
Yakni kisah negeri Nabi Sulaiman AS yang ada dalam surat An Naml.Penjelasan mengenai negeri Sulaiman dimulai dengan penegasan pentingnya ilmu pengetahuan dalam islam.
Ayat 15 Q.S. An Naml berbunyi, “Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengatakan: ‘Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman."
[7/10 21.26] +62 822-3094-7718:
Penjelasan betapa Islam mengapresiasi unggulnya ilmu dapat kita pelajari dari dialog tentang keinginan untuk membawa singgasana Ratu Balqis dari Kerajaan Saba (di sekitar Yaman sekarang) ke istana Sulaiman di Palestina.
Penjelasan betapa Islam mengapresiasi unggulnya ilmu dapat kita pelajari dari dialog tentang keinginan untuk membawa singgasana Ratu Balqis dari Kerajaan Saba (di sekitar Yaman sekarang) ke istana Sulaiman di Palestina.
Pada waktu itu Nabi Sulaiman mendapatkan penawaran dari 2 elitnya untuk memindahkan singgasana Bilqis dari Yaman ke Palestina.
Yang pertama adalah Ifrit dari Bangsa Jin yang bisa memindahkan singgasana itu, Sebelum Nabi Sulaiman berdiri dari tempat duduknya. Ifrit juga menepuk dada dan mengatakan dirinya benar-benar kuat dan dapat dipercaya. Namun ternyata kekuatan Jin Ifrit kalah oleh elit kedua
Yang kedua adalah orang yang disebut dalam Al Qur'an sebagai “Allazi ‘indahu ilmu minnal kitaab” Yang punya ilmu dari Al kitab.
Dia bisa memindahkan singgasana itu sebelum mata Nabi Sulaiman berkedip.
Jika kita kaji lebih dalam, Maka sesungguhnya orang yang dikatakan punya Al kitab itu adalah manusia. Dan cara untuk memindahkan singgasana itu secepat kedipan mata dianggap merupakan sebuah kecanggihan teknologi modern yang disebut dengan time machine.
Refresh Question: Menurut teman2 bisakah hari ini mesin waktu itu di ciptakan? ๐
Nah, Ketika melihat singgasana itu sudah ada di sisinya, Sulaiman berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Dan barangsiapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”
Akhirnya Ratu Balqis menyatakan menyerahkan diri bersama Sulaiman kepada Allah SWT setelah melihat istana terbuat dari kaca yang licin. Ratu Balqis menyerahkan diri bukan karena invasi senjata atau kekerasan, melainkan diyakinkan oleh keluasan ilmu dan kecanggihan teknologi yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman. Dari sini tentu saja banyak pesan moral yang bisa kita ambil ya. Bahwa sesungguhnya Islam telah mengajarkan kita untuk berdakwah dengan Ilmu Pengetahuan.,,
Nah, Berbicara terkait peran penting akademik dan profesi..,ini memang bukan sesuatu yang baru ya dalam ranah kerja kita yaa, Kita menyebutnya dengan Kerja2 Ilmy
Dakwah Kampus Ilmy atau Dakwah Ilmy adalah dakwah yang bernuansa ilmiah dan akademik. Hal ini merupakan sebuah pengembangan dari dakwah kampus yang didasari bahwa sampaikanlah dakwah sesuai bahasa kaumnya yaitu kampus sebagai dunia akademik dan ilmiah.
Jika ADK mampu memiliki prestasi akademik yang sangat baik. IPK Cumlaude atau setidaknya atau punya prestasi di dunia keilmiahan, maka akan lebih dipercayai jika menyampaikan kebenaran, sebagaimana nabi yang di gelari al Amin (orang terpercaya).
Lebih jauh, dakwah ilmy ini bukan hanya sekedar berbicara tentang pengembangan kapasitas akademik keilmuan ADK. Dakwah Ilmy juga berbicara tentang bagaimana cara ADK mampu memiliki keinginan untuk melanjutkan studi serta menyiapakan Aktivis dakwah Kampus Permanen (ADKP).
Tanpa bermaksud mengeksklusifkan wilayah-wilayah dakwah yang
ada, Tren pergerakan mahasiswa yang merupakan salah satu kerangka atap dalam dakwah kampus hari ini mulai bergeser oleh kebijakan pemerintah dengan sudut pandang radikalismenya.Tentu saja tuduhan yang sama berlaku terhadap lembaga Dakwah Syiar
Olehnya itu salah satu solusi yang baik untuk mengemas dakwah dan menjadikan sudut pandang terhadap kampus berubah adalah dengan dakwah ilmy.
Kita lihat yaa bagaimana Kampus ITS yang sebelumnya di beri kesan radikalisme. Mampu menjawab tuduhan tersebut dengan mengubah bahwa Radikalisme ITS adalah radikal dengan banyak prestasi tingkat Internasional..
Jika dikaitkan dengan piramida di atas secara teori kita dapat menerjemahkannya bahwa peran kita dalam *Perjuangan Akademik* adalah untuk mencetak sebaik2nya generasi Profesional, Ilmuwan, Birokrat yang berafiliasi pada Pengembangan Dakwah Islam.
Untuk menjadi Transformasi masyarakat Madani
dan penyedia unsur2 perbaikan Negara
Ada satu pertanyaan penting, kepada kita semua?
mihwar dakwah kita hari ini berada tahap mana kah? apakah muasasi? syabi'? atau dauli?
bagi yang belum pernah menerima materi ini dari ustadz dan ustadzahnya, saya sampaikan nggih ๐๐ป๐
bahwasanya sejak tahun 1998 hingga hari ini kita berada di mimbar dakwah mua'sasi ,
Namun sebentar lagi kita akan menuju tahap dakwah selanjutnya. mimbar Dauli (Negara).
[: Salah satu karakter dakwah dauli adalah dengan menjadi bagian utama dalam pemerintahan.
Cerita dibalik foto diatas
[7/10 21.48] +62 822-3094-7718: Suatu ketika kita pernah mendapatkan amanah besar membangun Negeri.
Saya tidak dapat foto yang sebenarnya yak,
Foto di atas adalah Bapak2 Pembina di MITI Pusat., dari sebelah kiri ada Prof. Warsito yang terkenal dengan penemuan EECVT alat pendeteksi kanker 5D, Bersebelahan dengan prof, Suharna yang di amanahkan sebagai Menteri Ristek, dan Sebelahnya adalah Pak Nur Beliau adalah Ketua Nano Center Indonesia..
Mereka orang2 cerdik pandai2, lulusan sekolah2 luar negeri yang dipercaya membawa perubahan pada perkembangan riset dan teknologi di Indonesia..
- Seperti layaknya BJ Habibie yg pernah bercita2 membawa Indonesia maju dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi..
Mereka punya motto 'Engine Of Tomorrow' salah satu deklarasi perang dingin untuk menyaingi kejayaan USA, Jerman, Tokyo yang terkenal sebagai negara industrialisasi..
namun perjalanan membangun impian tersebut menemui hambatan yang cukup besar,
Saya ingat bagaimana pada waktu itu Indonesia heboh dengan rencana pengadaan Pesawat bermesin Sukhoi dari Rusia
Mesin pesawat di Indonesia itu sumbernya ada 2 jenis. Kalau bukan Boeing 77 pasti lah satunya adalah AirBus.Sukhoi terkenal dengan kemampuan kontroling jarak jauh (remote)nya,
Sukhoi ini asalnya dari Rusia,sedangkan Air Bus dan Boeing ini buatan Amerika dan Jerman.
Ketakutan negara USA terhadap keinginan Indonesia membeli pesawat dari Rusia, sama dengan kekhawatiran mereka kepada Indonesia ketika akan membuat dan merakit pesawat sendiiri
sehingga terjadilah sebuah peristiwa, pada waktu itu Sukhoi yang sedang terbang di atas gunung Salak jatuh oelh karena menabrak gunung tersebut.
padahal seperti yang dikatakan sebelumnya bahwasanya Pesawat sukhoi punya sistem navigasi paling canggih
Itu baru satu contoh.
Masih ada bebrapa contoh lain terkait bagaimana produk2 karya anak negeri coba dibumi hanguskan oleh pemerntah..
Dalam Rakornas MITI KM, bapak2 pembina kami yang dulu pernah beramanah dalam Kementrian berkata :
"Bahwasanya usia mereka sudah semakin tinggi, rambut mereka tidak hitam lagi. Maka siapakah kelak generasi penerus mereka yang akan melanjutkan dakwah dalam bidang pemerintahan, bidang profesi lainnya ??"
Terakhir yaa..,
Gagasan2 dalam perkembangan dunia profesi selalu punya ruang pijakan
background
atau latar belakang
dalam penyusunan RPJMN, RPJMD, hingga berbagai kerangka dokumen rencana kerja lainnya..
kita selalu menginduk pada program2 yang dilahirkan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa
seperti MDGS, SDGS yang kemudian pada pelaksanaannya hal tersebutlah yang selama ini kita kerjakan
mulai dari pengentasan kelaparan, kemiskinan, kebutuhan air bersih.
dan lainnya Seringkali putusan2 tersebut tidak tepat sasaran dengan memasukkan inputan yang kurang sesuai dengan kondisi wilayah2 d Indonesia Kebijakan tersebut merupakan hasil rembuk dari pejabat eselon yang mendapat amanat dari menteri dan presidennya..
Nah,, Olehnya itu salah satu alasan lagi kita perlu untuk memperjuangkan akademik dan profesionalisme kita adalah tidak lain dan tidak bukan karena setiap penentu kebijakan ada ditangan pejabat2 eselon tersebut
Seharusnya kita lah yang menjadi penentu kebijakan2, pejabat2 eselon tersebut didasarkan pada kekuatan dan dorongan kita sesuai tuntunan agama Islam.
Agar menjadi sebaik2nya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain..
Dengan berkarya mulai dari bangku akademisi
setidaknya kelak kita punya gambaran untuk suatu saat kelak berkarya bagi bangsa Indonesia
[a: Saya masih Ingat pesan dosen saya ketika itu:
"Jika Wajahmu tidak tampan, Maka berkaryalah. Niscaya Wajahmu termaafkan"
Olehnya tersebut sebagai pengelola lembaga Kampus dimana punya tuntutan terhadap anggota dan juga peran ke masyarakat
maka tiada lain cara kita mengelola kelembagaan adalah mampu menghadirkan profil2 mahasiswa berprestasi di bidang akademik dari lembaga2 tersebut. Olehnya itu buatlah karya yang mampu turun ke meja2 konferensi, tampil di podium2 intelek dunia. Apabila kita mampu menyusun visi2 kelembagaan itu, maka dengan cepat lembaga kita akan mampu menjadi lembaga yang besar. Dan spesial untuk teman2 cowok disini, agar menjadikan visi berkarya hingga ke dunia luar sebagai upaya memperbaiki citra pribadi. kita perlu terus untuk bertumbuhkembang dengan misi2 Internasionally, Sebab apabila engkau mampu menyampaikan karyamu pada dunia. kelak nanti engkau akan bisa katakan pada calon mertua, Indonesia saja bisa saya banggakan apalagi anak bapak :)
masyaAllah luar biasa penyampaian nya bg @Pemateri Aditya . saya mau bertanya bg apa hal yg selalu abg lakukan dari abg masih nol sampai bisa d posisi sekarang? (hal yg tdk wajib hanya keg pribadi) dan bagaimana cara abg bisa berjuang dan istiqomah dlm hal itu?
Pemateri
Beberapa capaian di atas bagi saya, mungkin masih remah sekali yaa.
Namun dari situlah selalu hadir kekuatan untuk terus berjuang menjadi apa2 yang di inginkan..
ada 2 cerita y๐
[: Kita tidak pernah tahu yaa, episode apa yang akan di turunkan langit pada bumi esok, lusa atau bahkan hari ini.
Yang jelas, apabila waktu berganti kata menjadi kemarin, disitulah kita sadar ada perjalanan hidup yang telah di atur oleh penguasa semesta. Oleh Para Langitan
apabila langit telah menurunkan titahnya pada penduduk bumi.
Maka kita akan mendapati dua hal. Dan tersebut berlaku untuk seluruh umat manusia.
Kisah bahagia sebagai bentuk kesyukuran atau kisah lara sebagai bentuk kesabaran.
Maka kita akan mendapati dua hal. Dan tersebut berlaku untuk seluruh umat manusia.
Kisah bahagia sebagai bentuk kesyukuran atau kisah lara sebagai bentuk kesabaran.
Masing-masing itu lah yang berputar-putar pada pencapaian hidup manusia, Hari ini kita di atas dan besok roda akan berbalik kebawah. Begitupun sebaliknya. Entah kapan kisah sabar atau syukur datang kita tiada pernah mengetahuinya. Saya memaknai bahwa setiap peristiwa yang saya alami dalam hidup ini ada dua ujian: Syukur dan Sabar. Boleh ya, kalau saya menganggap bentuk ujian Kesabaran itu sebagai KEGAGALAN.Sebagai seorang anak sulawesi yang memulai perjalanan kehidupan ke dunia rantau di pulau Jawa. Saya masih teringat moda transportasi dahulu belumlah semaju sekarang.
Tentu saja agar dapat berlabuh hingga tepian pulau Jawa kita harus jauh2 menggunakan kapal pesiar.
Waktu yang di pergunakan untuk perjalanan kapal selama 3 hari 2 malam. Berbeda halnya apabila kita menggunakan transportasi udara yang mungkin waktu tempuhnya lebih cepat ya, sekitar 3 jam apabila dari tempat saya menuju ke wilayah Indonesia Barat. Bagi saya pribadi perjalanan menggunakan kapal lebih saya sukai daripada menggunakan pesawat. Berlayar melewati selat sunda dan teluk sulawesi. Bermalam di atas butiran ombak sejauh mata memandang. Melihat matahari di ufuk barat yang sama rendahnya. menyaksikan rembulan merekah sama tingginya. Adallah nuansa yang tak terlukiskan oleh kata. Ketika saya ceritakan hal ini kepada teman2 kuliah di Jawa. Banyak dari mereka yang menganggap perjalanan tersebut terlalu jauh.
[kok lama sekali. Namun saya selalu menyampaikan kepada mereka bahwa mungkin mereka perlu belajar tentang Geografi.
Sebab Indonesia ini adalah zamrud khatulistiwa yang terhampar dari Sabang hingga merauke. Jika mereka tidak mampu membayangkan betapa jauhnya Sulawesi ke Jawa. Bagaimana mungkin mereka mampu membayangkan luasnya Indonesia. Anugerah Allah yang membentang luas dan bisa mengaburkan dimensi kita tentang ruang dan waktu. Selanjutnya, kehidupan berkuliah di tanah Jawa terus berlanjut, perjalanan tersebut akhirnya membawa sesuatu yang penuh keberkahan bagi saya pribadi. Sebagai seoarang mahasiswa baru tentu hal yang menjadi rutinitas adalah perkenalan ketika pertama kali kuliah. Saya masih teringat setiap sesi perkenalan seluruh kelas akan menjadi gaduh dan heboh. Mendengar kota Bau - Bau sebagai tempat asal saya, rasanya selalu ada riuh rendah tawa seluruh kelas di ikuti oleh teriakan yang entah kenapa selalu dilakukan oleh orang2 yang duduk di belakang kelas "Sumber Air Su Dekat".Terkadang di sesi lain dosen pun malah ikut tertawa. Mungkin bagi mereka hanya bercanda yaa. dan harapannya dianggap sebagai suatu gurauan belaka. Akan tetapi rasanya hampir seminggu hal tesebut tidak pernah hilang2 dari sesi perkenalan di kelas. :).
Membuat pribadi tentu menjadi minder dan berpikir keras. bahwa sejatinya saya jauh2 kesini ya pengen kuliah bukan ingin jualan galon.Terkadang apabila diminta perkenalan ulang oleh dosen yang mungkin lupa dengan nama2 mahasiswa di kelas, Saya terkadang merubah format perkenalan menjadi: Nama Saya muhammad Adhitya Arjanggi, saya adalah putra keturunan asli Jombang Jawa Timur. Disitulah kemudian dosen saya yang berkata "Sumber Air su Dekat". diikuti oleh riuh tawa seluruh kelas tentunya. Sejak saat itu kemudian dalam hati saya berdoa "Kelak suatu hari nanti saya akan menjadi pemimpin orang2 Jawa" ๐. Nah, pada waktu itu pesan dari mentor saya. Yang masih saya ingat:_"Tulislah mimpimu, Tuliskanlah mimpimu ke dalam selembar kertas, Jangan dipikiran saja sebab kau akan lupa. Niscaya kelak kau kan dapati bahwa mimpi2 itu hanya menjadi sebuah coret2an, sebab kau telah berhasil mewujudkannya"._
Maka saya tulis mimpi itu ke dalam kertas, hingga Akhirnya sekarang Allah benar2 menjawab doa itu dengan mengangkat saya menjadi Ketua MITI KM.
Lalu, sebuah makna bersosialisasi dan berkarya dalam kelembagaan seperti LDK, KAMMI, HM, dan lainnya..Menjadikan sebuah pandagan baru bagi saya, untuk terus menulis rangkaian mimpi2 bukan lagi untuk mengubah keadaan diri sendiri sahaja. Melainkan pula untuk orang - orang di sekitar juga..
[7/10 22.50] Pemateri Aditya: Maka dari situlah banyak pertemuan2 yang tertakdir dengan orang2 luar biasa untuk memotivasi yaa
Di Jepang ada istilah gambaru.. ้ ๅผตใ
Bentuk kalimat yang biasa kita kenal adalah gambatte kudasai... atau gambatte... ini akan kita dengar di banyak percakapan dalam dorama jepun atau film-film. Apa sebetulnya makna dari gambaru? gambaru itu adalah ihsan ... gambaru adalah mengerjakan sesuatu sampai titik darah penghabisan.
Melakukan sesuatu sampai kita tidak sanggup lagi melakukannya.
Gambaru itu adalah melakukan sesuatu sampai tidak ada lagi yang bisa dikerjakan. Gambaru adalah melakukan sesuatu sampai tujuan akhir itu akan tercapai… dan walaupun tidak tercapai dia pun tidak peduli. Baginya yang penting dia sudah berusaha.
Saya pernah diceritakan oleh sensei saya ketika beliau menjadi seorang interpreter di sebuah pabrik.
@Moderator Haris pasti sudah kenal nih sensei..
Kata beliau, Selayaknya pabrik... pasti punya target produksi. Satu saat di akhir bulan... mendekati deadline… beliau melihat secara logika matematika... mau dikerjakan bagaimanapun... target itu pasti tidak akan bisa dicapai. Namun ajaibnya di situ ada mandor yang selalu berteriak.. haaaiii.. gambarimashouu.. gambatteeee.. dll. Iseng-iseng beliau bertanya.. kenapa melakukan itu? toh gak mungkin bisa dicapai target itu. Namun apa kata sang mandor saat itu. Buat mereka tidak masalah… target tidak tercapai.. tetapi dalam hati mereka.. dalam badan mereka.. mereka selalu berusaha untuk mencapai target tersebut. Itu yang lebih utama... karena di situlah mereka menjadi lebih hidup.. menjadi lebih bersemangat.
Dalam kesempatan yang lain.. beliau melihat lomba anak-anak di acara tahunan .. undoukai. Undoukai mungkin mirip dengan class meeting.
Lomba olah raga antar kelas. Satu saat semua orang meneriakkan kata-kata gambatte kepada anak-anak yang sedang berlari menuju finish dalam sebuah lomba lari. Mereka semua sudah tahu bahwa anak itu tidak juara... anak itu berada di urutan terakhir.. Namun semua semangat meneriakkan gambatte... apa pasal? Karena semua tahu sang anak memang tidak mugkin juara dengan kondisinya dia yang cacat. Namun upaya dia untuk tetap berlari sampai finish dengan kondisi seperti itu adalah sesuatu yang perlu diapresiasi. Sesuatu yang perlu dan harus dibanggakan. Itu adalah hal berat yang sang anak harus lewati. Mereka tidak ingin sang anak berhenti di jalan dan tidak menyelesaikan lari nya sampai finish. Itulah ihsan... melakukan segala sesuatu sampai tuntas.
Begitulah orang Jepang mengartikan ihsan (gambaru). Padahal sebagian besar mereka tidak tahu ayat Al Ankabut: 66 ini. Justru kita yang mengetahui ayat ini terkadang melakukan segala sesuatu serba tanggung. Serba setengah-setengah… tidak sampai tuntas. biasanya tuntas adalah pada saat kita ingin mengetahui aib orang lain... tetapi banyak hal-hal lain yang seharusnya dilakukan dengan tuntas dan sempurna tidak kita jalankan dengan berbagai macam excuse yang sesungguhnya excuse itu pun juga dimiliki orang lain. Kalau kita melihat orang-orang besar... mereka semua adalah orang-orang yang melakukan segala sesuatu sampai selesai… sampai tuntas. Kita bisa baca dari berbagai macam biografi orang-orang besar tersebut.
ayat dalam Surat Al Ankabut: 66, yaitu Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, Benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Ayat ini sungguh simple... namun punya makna yang dalam. Sayangnya kita sebagai muslim agak kurang menghayati dan melaksanakannya dengan baik. Dalam pembukaan ayat ini sudah ditekankan kepada siapa ayat ini ditujukan, yaitu... "dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami".Ya ayat ini khusus ditujukan kepada mereka yang berjihad, yang bersungguh-sungguh menegakkan kalimat Allah. Ayat ini bukan ditujukan untuk orang yang baru sampai level muslim... seperti Arab Baduy.. yang pemahaman Islamnya masih terbatas.. bukan juga kepada orang-mukmin yang mereka sebetulnya sudah tidak ragu-ragu.. seperti dlm Surat Al Hujurat. Tetapi kepada orang-orang yang levelnya lebih di atas lagi.. yaitu orang yang bersungguh-sungguh berjihad di jalan-Nya.
Apakah kita masuk di dalamnya? Saya berharap iya.. karena dengan pemahaman kita yang (sebetulnya) sudah lebih di atas rata-rata kaum muslim pada umumnya, dan juga kita yang selalu (berupaya) untuk tidak meninggalkan QL setiap malam, yang setiap pagi selalu (berupaya) untuk berdoa agar dimatikan dalam kondisi syahid... Kita yang berupaya agar masuk dalam sekian persen orang-orang yang serius memperjuangkan agar Islam ini bisa tegak dengan gagah di hadapan seluruh manusia.Termasuk salah satunya adalah: *Berjuang dalam akademik dan Profesi*
[7/10 22.57] Pemateri Aditya: Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap, TOTALITAS!!! Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama dakwah, dan dakwah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memikul amanah ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk. Lalu Alloh akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul beban dakwah ini”.
[7/10 22.57] *Cerita ke-2*
satu kalimat menarik dari mas Gamal Albinsaid semasa saya waktu itu kuliah adalah dakwah itu harusnya Mencerdaskan yang sholeh, Mensholehkan yang cerdas. Organic mind. Seorang Beliau bahkan merumuskan visi untuk anak ilmy: Ibadah Taat, Organisasi Hebat, IPK Empat, dan Nikah Cepat :) Suatu saat ketika masih berstatus sebagai mahasiswa Mas Gamal yang sedang menempuh pascasarjana pernah memberikan sebuah project tender. Background mas Gamal yang merupakan peneliti medis, menginginkan draft thesisnya di bawah ke ranah PKM. Waktu itu tema yang diberikan adalah tentang
efektifitas Mellittin dari toksin lebah apis meliferra sebagai penyembuhan DM type 2.
efektifitas Mellittin dari toksin lebah apis meliferra sebagai penyembuhan DM type 2.
Judul yang Wow itu, di amanahkan kepada saya anak teknik dan teman saya @+62 822-3232-6808 dari peternakan utk dibawah ke dunia kompetisi. Tanpa banyak kata, resmillah kita menjadi sebuah tim PKM Penelitian dibawah naungan fakultas kedokteran. tentu tugas yang berat membawahi tim dengan backround berbeda untuk maju menembus final PKM. Sebab di waktu yang bersamaan kita harus belajar materi materi pra-klinis, kultur invitro, etchical clereance, ekstraksi hewan coba, anatomi lebah dll. Lengkap. Kata teman saya anak FK, itu semua masuk dalam perkuliahan semester 1-4 pendidikan dokter.
Padahal di kesempatan lain sebagai anak teknik, Ada banyak studio yang harus diselesaikan, laporan yang harus di kerjakan, tugas besar yang harus segera di kumpulkan.Hingga akhirnya beban tersebut menjadi begitu ringan kala mas Gamal sebagai pendamping PKM memberikan motivasi:
"Akhi, Bersyukurlah dengan kesibukan, tatkala lelah, ingatlah boleh jadi kesibukanmu dimimpikan banyak orang di luar sana. Alhamdulillah, dalam hangat perjuangan tak kenal lelah. PKM tersebut berhasil terselesaikan meskipun tidak dapat melaju hingga ke tingkat Nasional.
terasa campur aduk antara kebahagiaan dan haru yang mendalam. Memberikan multiplier effect kebanggaan dengan hampir semua penjuru kelas di Jurusan saya, yang semula mengenal bahwa saya sebatas anak rohis dan anak OMEK (Padahal belum ikut KAMMI) dengan pandangan sebelah mata, perlahan berubah mulai membuka mata.
Dari pengalaman tersebut, Fakultas Teknik memberikan mandat kepada saya dan kawan2 sebagai fasilitator tim riset Jurusan dan Fakultas yang fokus pada pemenangan PIMNAS. Hingga tahun 2016 kemarin, tim riset Jurusan yang saya kelola berdua dengan sahabat yang sekarang melanjutkan pascasarjana di Wageningen University, pada perhetalatan PIMNAS di Bogor lalu di berikan ijin untuk menyabet gelar emas dan banyak penghargaan lain.
Teman - teman sekalian. haluan pembaruan ini yang jadi inti pertemuan kita.,
apa yang tertanam pada mindset kita hari ini bahwa oleh urusan A saya tidak sanggup mengerjakan urusan B. Perlu kita rekonsiliasi. Motivasinya dari sini, “Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (QS. Al-Insyirah: 7).
Jangan sampai karena kita sudah lelah dengan belajar atau aktivitas lainnya. Kita lantas berhenti.
Jika seorang terpanggil menjadi tukang sapu, ia seharusnya menyapu seperti Michaelangelo melukis, Beethoven menuliskan komposisi musiknya, atau Shakespeare menuliskan puisinya.
Ia seharusnya menyapu dengan begitu baik, sehingga seluruh penghuni surga dan bumi akan berhenti sejenak sambil berkata disini telah hidup seorang penyapu jalan yang begitu hebat, yang menjalankan tugasnya dengan begitu baik.
Jika anda terpanggil menjadi seorang guru, mengajarlah seperti Abdurahman bin Auf berdagang, Imam Syafii belajar dan mengajarkan Islam, dan Muhammad Alfatih membebaskan Konstantinopel. Mengajarlah dengan begitu baik, hingga malaikat mendoakan kita dan kita memantaskan diri menjadi orang-orang yang dicintai Allah. Seperti pesan Rasulullah, “Lakukan pekerjaan pada puncak kemampuanmu” Dari sini saya mengajak teman2 semua untuk berjuang, Memenangkan medan perang kita di dunia akademik dan dunia Profesi.
Melihat posisi dan status teman2 hari ini tentu sudah bisa di petakan bahwasanya, kondisi pribadi kita semua terbalut dalam perjuangan bukan hanya di lembaga ini saja..
Ada yang tengah berjuang dengan amanah kampus lainnya, amanah akademik, ada yang berjuang dengan pekerjaan, ada yang berjuang tengah mencari pekerjaan, berjuang melanjutkan mimpi studi ke Luar Negeri, Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Afwan minkum. Wallahu ‘alam bi shawab.
Kamis, 04 Oktober 2018
Diskusi Harga Mahal Idealisme
Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Salam Muslim Negarawan ✊๐ฅ..
Insyaa Allah malam ini kita akan memulai Kelas Online Kader "Harga Mahal Idealisme". Untuk diskusi malam ini kita akan membahas "Studi Tokoh Hasan Al-Banna" yang akan di sampaikan oleh Mas Amar Ar-Risalah dan akan di moderatori oleh saya sendiri. Perkenalkan saya Hendrawan PJS Kabid Kaderisasi KAMMI Komsat UNTAN)..
Syukron jazakumullah yang sudah mendaftar di Kelas Online Kader ini.. ๐๐..
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Insya Allah kita mulai jam 20:00 ya..
Assalamualaikum Warahmatullahiwabarokatuh..
Salam Muslim Negarawan..
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang mana pada saat ini kita masih diberi kesehatan dan kesempatan serta waktu luang untuk mengikuti Kelas Online Kader yang diadakan oleh Bidang Kaderisasi KAMMI Komsat UNTAN. Karena banyak saudara kita yang saat ini ditimpa musibah seperti gempa bumi dan tsunami di lombok, palu dan donggala, serta bencana alam lainnya yg sedang menimpa negeri kita. Semoga dengan kejadian kejadian yang belakangan ini Allah tunjukkan kepada kita, membuat kita selalu senantiasa berdoa, bertobat, dan taat atas perintahNYA dan menjauhi segala laranganNYA..
Shalawat serta salam selalu kita haturkan kepada junjungan agung kita Nabi besar Muhammad SAW. Karena perjuangan beliau kita dapat menikmati indahnya islam dan nikmatnya iman..
Selanjutnya saya serahkan kepada pemateri kita untuk menyampaikan materinya..
Silahkan Mas Amar..๐ค๐๐
Siaaap, assalamu alaikum wa rahmatullah, wa barakatuh.
Ana akan buka malam ini dengan kisah panjang, yang pernah ana tulis berkaitan beliau. Hasan Al-Banna. *Hasan Al-Banna dan Kedai Kopi*
Mesir. Perang Dunia baru saja usai. Pemuda-pemudanya di bawah bayang-bayang Inggris dan lebih senang menghabiskan waktu di kedai kopi.
Adalah Imam Hasan Al-Banna. Seorang yang perenung. Seorang yang mengakrabi puisi lebih dari apapun. Dalam sebuah tulisan, ia pernah berkata, "Setelah menyempurnakan diri dengan ilmu maka lengkapilah dengan perbuatan...". Idenya sederhana:
Bagaimana membuat pemuda Mesir kala itu, ingin mendengar uraian akhlak dan agama?
Maka tulisnya lagi, "Aku meminta kepada teman-temanku untuk keluar memberi nasihat di kedai-kedai kopi,"
Mereka berasa ganjil dan heran serta berkata: ‘Orang-orang yang berada di kedai kedai kopi itu tidak akan membenarkan kita melakukannya,"
"Dan malah akan menentang sebab mengganggu kesenangan mereka..." seru kawan-kawannya.
"Seperti diketahui, " Kata Imam Al-Banna, "Mereka ini adalah kerumunan pemuda yang suka berfoya-foya," "Tentulah sukar bagi mereka untuk menerima nasihat kita. Bagaimana kita hendak memberi nasihat mengenai agama dan akhlak bagi kaum yang tidak memikirkan selain kesenangan saja?" Pikir Al-Banna, tetapi kemudian ditepisnya:
"Tetapi Aku berpendapat sebaliknya. Aku percaya mereka itu merupakan satu golongan yang sanggup dan bersedia untuk mendengar sebarang nasihat daripada golongan yang lain!"
"bahkan lebih daripada golongan-golongan yang ada di masjid sendiri, karena bagi mereka, ini adalah satu perkara yang baru. Kita harus bijak memilih tajuk-tajuk yang sesuai,"
"dan janganlah katakan sesuatu yang akan melukai mereka!"
Kemudian, pada musim-musim perang yang berkepanjangan dan kejumudan bangsa mesir itu, Imam Al-Banna bergerak dan keluar. Ia betul-betul, secara harfiyah, memberi ceramah di kedai kopi!
Ia melakukan ini dalam usia yang muda. Ia, bahkan masih mahasiswa di Al-Azhar.
Maka ia menulis, "Kami mengawalinya dengan kedai kopi yang terletak di Medan Solahuddin. Pertama di kedai kopi As-Sayyidah ‘Aisyah dan dari situ ke kedai-kedai kopi yang berselerak di kawasan Toulon,""Seterusnya dari Thariq al-Jabal ke Syare’i Salamah. Tidak ketinggalan juga kedai kopi As-Saiyyidah Zainab," katanya.
Dan begitulah, kenikmatan dakwah merasuk dalam darahnya: "Aku merasakan pada malam itu saja lebih 20 khutbah telah kusampaikan kepada mereka. Setiap satu khutbah mengambil waktu di antara 5 hingga 10 menit."
"Mereka yang ada di sana merasa heran dan berdiam diri untuk menumpukan perhatian untuk mendengar," kenang Al-Banna.
"Pada mulanya mereka merasa sesuatu yang ganjil. Lama-kelamaan mereka meminta untuk menambahkan lagi percakapan itu..."
"Kami tidak minum atau meminta sesuatu pun," katanya. Kami hanya memohon sedikit waktu untuk mengingatkan mereka kepada Allah..." dan kita akhirnya melihat, bahwa Mesir kini akhirnya berubah.
"Tidak mengherankan sesungguhnya Allah tidak mengutus nabi atau rasul kecuali untuk menyampaikan yang pertama, ialah ‘Katakanlah aku tidak menghendaki upah’...." kenangnya lagi.
Dan kemudian, lama-kelamaan, gerakan ini membesar, dari kedai kopi ke kedai kopi yang lain: semangat untuk membersihkan pemuda-pemuda dari akhlak yang buruk.
Semangat untuk memperbaiki bangsanya yang rusak dan dijajah Inggris: Ikhwanul Muslimin
[4/10 22.04] +62 853-4825-2937: 1⃣
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Ana Rahmi dr Komisariat Singaraja, Bali.
Mungkin pertanyaan ini disampaikan setelah materi selesai karena di grup masih pembahasan awal.
Ana pernah mendengarkan sebuah ceramah yg diisi oleh seorg ust. Beliau mengatakan bahwa Ikhwanul Muslimin beranggapan aturan2 atau syari'at Islam *hanya* bisa tegak melalui jalan pemerintahannya.. Artinya sistem pemerintahannya adalah khilafah barulah syariat Islam itu bisa menyeluruh diterapkan. Dan ust itu mengatakan itu adalah pemikiran yg salah. Bagaimana itu Akh? Mohon penjelasannya. Jazakallaah khairan katsir.
[4/10 22.05] +62 853-4825-2937: 2⃣
Kata2 apa yg disampaikan belia sehingga orng2 yg di kedai kopi bisa betah dngarin dan sampai minta untuk dilnjutkan lagi khutbahnya.??
[4/10 22.06] +62 853-4825-2937: Silakan mas, baru 2 pertanyaan yg masuk
[4/10 22.07] +62 853-4825-2937: Grup ini saya buka, silahkan dari kawan kawan Ikhwafillah yg ingin bertanya, Nama_Asal Komsat/KAMMDA
[4/10 22.17] +62 853-3871-6511: Assalamualaikum
Melisa Fiktaria_komsat uin mataram
Sy ingin brtanya, apakah strategi yg dilakukan IM dahulu dhulu pd masyarkat mesir, dpt dtrapkn di jaman skrng ini? Dn KAMMI sbg organisasi dkwah hrus brsikap bagaimana tatkala ada yg mengatakan bahwa kammi itu bgian dr IM??
Wassalam
[4/10 22.17] +62 853-4825-2937: Assalamualaikum..
Saya Wakhid dari Kammi Komsariat Pacitan...
Terkait konsep pemersatuan umat tanpa mengutamakan satu mahzab..
Bagaimana kemudian biar kita sendiri tidak terkotakkan oleh satu golongan trtentu yang akhirnya membuat kita ashobiyah yang berlebihan terhadap organisasi yang kita ikuti...
Selanjutnya, mengenai arkanul bai'ah apakah memang harus runtut terlebih dahulu dari al fahmu, al ikhlas, al amal, al jihad dan seterusnya hingga ke ats tsiqoh? Sedang seringkali ketaatan kita dalam sebuah jama'ah menuntut kita utk tsiqoh dahulu baru memahami kemudian.
Terakhir, menurut antum kammi itu apa = ikhwanul muslimin??
Jazakalloh khoiron katsir jawabanya.. ๐๐ป๐๐ป๐๐ป
[4/10 22.41] +62 877-3083-3108:
Nah, ini yg sering membuat resah di saya pribadi.. Seringkali sulit membedakan kita taat apa taklid...
Nah, ini yg sering membuat resah di saya pribadi.. Seringkali sulit membedakan kita taat apa taklid...
Kedua terkait alfahmu yg hrus di dahulukan trlebih dahulu.. Klo qt sbg ktakanlah senior di organisasi kita mah pinginnya adik2 cepat2 dfahamkn trkait minimal bbrp mantuba ab1.. Tapi di sisi lain khawatir klo mk klasikal yg qt adakan trlalu berat materinya utk mereka. Padahal kita pun sama yg namanya kampus perang ideologi semakin kuat. Nah. Harus gmn donk bang... Apalagi klo pacitan msih trmsuk komsat rintisan. Jadi gregetan gtu. Yg terakhir.. Klo saya baca di misal memoar hasan al banna n rp 1 kan g pernah klo pas usroh/lq di warung kopi bliau berlama-lama, gak sampai 1 jam malah hanya beberapa menit. Itu ngeramunya gmn ya.. Pdhal kita sendiri ja klo mlingkar dari ba'da isya' bsa sampai jam 11
Adem panas bang... Bru mau bernafas sudah terdampak perang pengaruh politik 2019.. Sampai2 ldk nya mw dganti pembinanya dg nu green tea...
Santai aja, hehehe. Tegakkan salat, tunaikan zakat, dan berpikir serta bertindak merdeka. Antum amalkan Kredo KAMMI, antum jadi muslim yang hebat.
Kredo kammi ini di print besar-besar, tempel di kamar.
"Kebatilan adalah musuh abadi KAMMI"
"Persaudaraan adalah watak muamalah KAMMI"
Perbaikan hanya berbahaya bagi mereka yang hidup dari makan uang hasil kejahatan. KAMMI, yang menjadikan slogan Kebatilan adalah Musuh Abadi Kami, jelas adalah bahaya yang nyata bagi para pelaku kejahatan yang menyadari bahwa dirinya melakukan pelanggaran pada syariat islam.
Maka jika negara ini merasa terancam dengan kehadiran KAMMI—yang kadernya tak pernah sekalipun menenteng senjata dan kerap rapat sambil kelaparan—maka berarti ada kejahatan yang tengah dilakukan di negara ini, akan tetapi hanya ajaran islam yang memandang itu sebagai kejahatan. Ini kata penutup ana ya ๐ฅ
[4/10 22.56] +62 812-4705-3379: Assalamualaikum, saya Adelia Rumbia dari komisariat Pattimura.
maaf mas, mau tnya klau bgak slah waktu itu di mesir penanmn paham nasionalisme jga sngt mmpngaruhi khdpn umat islam pad saat itu, nah mas gmna nih, kita di indonesia kan jga di ditnmkn rasa nasionlisme, nah ad ngak mas, pnjlsan Nasionalisme dri imam hassan Al- Banna?
syukran mas
[4/10 22.58] +62 853-4825-2937: Baik, sekian diskusi kita malam ini. Marilah kita tutup dengan membaca Hamdallah dan doa Penutup Majelis..
Saya selaku moderator undur diri. Waassamualaikum Warahmatullahiwabarokatuh ๐๐
Salam Muslim Negarawan..
Sebelum masuk ke materi saya akan menyampaikan cv dari pemateri kita
Biodata umum
Nama : R. Amar Ar-Risalah
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 16 November 1992
Agama : islam
Alamat : Jl. Kel. Jatijajar, RT 03 RW 08, Kelurahan Jatijajar, Gg. Sawo, No. 106, Kec. Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. 16955
Status : menikah
Status Kependidikan
Pendidikan Formal
SD : SDN Sukamaju III (2000-2006)
SMP : SMPN 1 Depok (2006-2009)
SMA : SMAN 6 Depok (2009-2011)
Perguruan Tinggi :
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas : Bahasa dan Seni
Universitas: Universitas Negeri Jakarta
Pendidikan Non Formal dan pelatihan
Siroh Community Indonesia (2015-sekarang)
Pelatihan Guru Sekolah Terbuka Kemdikbud (2012)
Pelatihan Legislatif Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (2012)
KAMMI Super Leadership Training (2012)
Pelatihan Literasi The Habibie Center (2009)
Menulis Prosa dan Puisi IMABSII (2013)
*Riwayat organisasi*
1
Majelis Permusyawaratan Kelas SMAN 6 Depok
Ketua
2009-2010
2
Rohani Islam
Kepala Pembinaan Siswa
2008-2009
3
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Komisariat UNJ
Sekretaris Jenderal
2014-2015
4
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Jakarta Timur
Kepala Departemen Sosmas
2015-sekarang
5
Majelis Tinggi Mahasiswa UNJ
Wakil Ketua 1
2015-2016
6
Komunitas Tembok Sastra
Sekretaris
2012-2017
7
Buletin Sastra Stomata
Pemimpin Redaksi
2015-2017
8
Forum Penulis Muda
Kepala Departemen Kreasi Islam
2015-sekarang
9
Kenduri Puisi
Anggota
2017
10
Forum Bahasa Media Massa
Anggota
2015
11
Pojok Sastra
Anggota
2016-Sekarang
12
Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia se-Indonesia
Wakil Sekretaris Jenderal III
2012-2014
13
Ikatan Mahasiswa Bahasa Dan Sastra Indonesia se-Indonesia
Dewan Pertimbangan Organisasi
2014-2016
14
Pemburu Beasiswa
Staf ahli
2016-2017
15
Kadep Kebudayaan PP KAMMI
2018
*Publikasi dan Karya*
1
Antologi Bersama Puisi dan Cerpen “Amarah”, Lembaga Bhinneka, Grizzly Media
2012
2
Antologi Bersama Cerpen “Rumah”, Griya Pustaka.
2014
Pementasan Festifal Teater UNJ, lakon Sampah Negeri
2015
3
Antologi Bersama Puisi “Memo Untuk Presiden”, Lingkar Sastra Surakarta
2015
5
Antologi Bersama “Puisi Menolak Korupsi”, Lingkar Sastra Surakarta
2016
6
Antologi Bersama “Puisi Menolak Korupsi II”, Lingkar Sastra Surakarta
2017
7
Antologi Bersama Cerpen “Desas-Desus Tentang Kencing Sembarangan”, Komunitas Tembok
2016
8
Artikel “Bukit Duri dan Pembangunan yang Menerkam”, Aktual.co
30 September 2016
9
Artikel “Bukit Duri dan Pembangunan yang Menerkam”, Hidayatullah.com
30 September 2016
10
2 puisi di Majalah Sabili
Edisi akhir 2016
11
Cerpen “Legend of Isa Tree” di Majalah Bhinneka edisi bahasa Inggris
Edisi Oktober 2015
12
Puisi dalam Buletin Sastra BINAR, Universitas Negeri Surabaya
Edisi II, 2012
13
Puisi dalam Buletin Sastra Stomata
Edisi I (2013) dan IV (2015)
14
Esai “HB Jassin, Paus Sastra Indonesia”, Buletin Sastra Stomata
Edisi v, 2014
15
Esai “Revolusi Seorang Diri: “Sitor dan Film Indonesia”, Buletin Stomata
Edisi VII, 2015
16
Esai “Betapa Kerennya Menjadi Ulama Di Rezim Ini”, Nusantaranews.com
21 Oktober 2016
17
Esai “Tinjauan Kebahasaan Perkara Penistaan Agama Ahok”, Ruangbicara.com
6 November 2016
18
Esai “Benarkah Muslim Membakar Buku Tiap Kali Menaklukkan Wilayah”, Ruangbicara.com
3 Februari 2017
*Prestasi-Prestasi*
1
Juara III Tim Debat Bahasa Nasional Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
2012
2
Juara 1 Lomba Cerpen Piala Indonesia Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNJ
2012
3
Juara 1 Lomba Cerpen Piala Indonesia Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNJ
2013
4
10 Besar Lomba Cerpen Lembaga Bhinneka
2012
5
Juara 1 Lomba Menulis Puisi Cinta Guru UNJ
2016
6
Juara 2 Lomba Esai Pendidikan UNJ
2016
Guna diskusi kita berjalan tertib dan teratur, mode pesan akan dikunci jadi hanya admin yg dapat mengirim pesan. Untuk itu silahkan bagi kawan kawan yang ingin bertanya untuk langsung pc ke saya. Baiklah karena pemateri kita sudah siap dan semangat, mari kita buka diskusi kita dengan membaca Basmalah..
[4/10 21.07] +62 853-4825-2937:
Sebelum masuk ke materi saya akan menyampaikan cv dari pemateri kita
Biodata umum
Nama : R. Amar Ar-Risalah
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 16 November 1992
Agama : islam
Alamat : Jl. Kel. Jatijajar, RT 03 RW 08, Kelurahan Jatijajar, Gg. Sawo, No. 106, Kec. Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. 16955
Status : menikah
Status Kependidikan
Pendidikan Formal
SD : SDN Sukamaju III (2000-2006)
SMP : SMPN 1 Depok (2006-2009)
SMA : SMAN 6 Depok (2009-2011)
Perguruan Tinggi :
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas : Bahasa dan Seni
Universitas: Universitas Negeri Jakarta
Pendidikan Non Formal dan pelatihan
Siroh Community Indonesia (2015-sekarang)
Pelatihan Guru Sekolah Terbuka Kemdikbud (2012)
Pelatihan Legislatif Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (2012)
KAMMI Super Leadership Training (2012)
Pelatihan Literasi The Habibie Center (2009)
Menulis Prosa dan Puisi IMABSII (2013)
*Riwayat organisasi*
1
Majelis Permusyawaratan Kelas SMAN 6 Depok
Ketua
2009-2010
2
Rohani Islam
Kepala Pembinaan Siswa
2008-2009
3
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Komisariat UNJ
Sekretaris Jenderal
2014-2015
4
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Jakarta Timur
Kepala Departemen Sosmas
2015-sekarang
5
Majelis Tinggi Mahasiswa UNJ
Wakil Ketua 1
2015-2016
6
Komunitas Tembok Sastra
Sekretaris
2012-2017
7
Buletin Sastra Stomata
Pemimpin Redaksi
2015-2017
8
Forum Penulis Muda
Kepala Departemen Kreasi Islam
2015-sekarang
9
Kenduri Puisi
Anggota
2017
10
Forum Bahasa Media Massa
Anggota
2015
11
Pojok Sastra
Anggota
2016-Sekarang
12
Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia se-Indonesia
Wakil Sekretaris Jenderal III
2012-2014
13
Ikatan Mahasiswa Bahasa Dan Sastra Indonesia se-Indonesia
Dewan Pertimbangan Organisasi
2014-2016
14
Pemburu Beasiswa
Staf ahli
2016-2017
15
Kadep Kebudayaan PP KAMMI
2018
*Publikasi dan Karya*
1
Antologi Bersama Puisi dan Cerpen “Amarah”, Lembaga Bhinneka, Grizzly Media
2012
2
Antologi Bersama Cerpen “Rumah”, Griya Pustaka.
2014
Pementasan Festifal Teater UNJ, lakon Sampah Negeri
2015
3
Antologi Bersama Puisi “Memo Untuk Presiden”, Lingkar Sastra Surakarta
2015
5
Antologi Bersama “Puisi Menolak Korupsi”, Lingkar Sastra Surakarta
2016
6
Antologi Bersama “Puisi Menolak Korupsi II”, Lingkar Sastra Surakarta
2017
7
Antologi Bersama Cerpen “Desas-Desus Tentang Kencing Sembarangan”, Komunitas Tembok
2016
8
Artikel “Bukit Duri dan Pembangunan yang Menerkam”, Aktual.co
30 September 2016
9
Artikel “Bukit Duri dan Pembangunan yang Menerkam”, Hidayatullah.com
30 September 2016
10
2 puisi di Majalah Sabili
Edisi akhir 2016
11
Cerpen “Legend of Isa Tree” di Majalah Bhinneka edisi bahasa Inggris
Edisi Oktober 2015
12
Puisi dalam Buletin Sastra BINAR, Universitas Negeri Surabaya
Edisi II, 2012
13
Puisi dalam Buletin Sastra Stomata
Edisi I (2013) dan IV (2015)
14
Esai “HB Jassin, Paus Sastra Indonesia”, Buletin Sastra Stomata
Edisi v, 2014
15
Esai “Revolusi Seorang Diri: “Sitor dan Film Indonesia”, Buletin Stomata
Edisi VII, 2015
16
Esai “Betapa Kerennya Menjadi Ulama Di Rezim Ini”, Nusantaranews.com
21 Oktober 2016
17
Esai “Tinjauan Kebahasaan Perkara Penistaan Agama Ahok”, Ruangbicara.com
6 November 2016
18
Esai “Benarkah Muslim Membakar Buku Tiap Kali Menaklukkan Wilayah”, Ruangbicara.com
3 Februari 2017
*Prestasi-Prestasi*
1
Juara III Tim Debat Bahasa Nasional Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
2012
2
Juara 1 Lomba Cerpen Piala Indonesia Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNJ
2012
3
Juara 1 Lomba Cerpen Piala Indonesia Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNJ
2013
4
10 Besar Lomba Cerpen Lembaga Bhinneka
2012
5
Juara 1 Lomba Menulis Puisi Cinta Guru UNJ
2016
6
Juara 2 Lomba Esai Pendidikan UNJ
2016
Guna diskusi kita berjalan tertib dan teratur, mode pesan akan dikunci jadi hanya admin yg dapat mengirim pesan. Untuk itu silahkan bagi kawan kawan yang ingin bertanya untuk langsung pc ke saya. Baiklah karena pemateri kita sudah siap dan semangat, mari kita buka diskusi kita dengan membaca Basmalah..
[4/10 21.07] +62 853-4825-2937:
Rabu, 03 Oktober 2018
Donasi Palu
Yang berpartisipasi
Dalam donasi
HATI Nusa
✍✍✍✍✍✍๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ
Yang Handal adalah Mbak Aisyah dan Pebri.
Terimakasih Atas kerjasama nya
Disini yg masih bersedia ikut galang dana lagi. Tolong Isi form:
@Pj Sunda
*username ig* : pebripm
*jumlah Followers* : 761
@Rindiani Puja Sulsita
*username ig* :rindiani.ps
*jumlah Followers* :1018
@ใค ใฏใคใฝ ใฆใใฃใขใซใฟ Yan Ude
*username ig* : wayan yude
jumlah Followers : 354
@Turtle
*Username ig* : satyayani_
Jumlah followers : 588
@Yusuf Taziri
*Username ig* y.taziri
Jumlah : 675
@Hariyanto Supriyadii
*Username ig* : hariyanto_supriyadii
Jumlah 700
@Lia
*Username ig* :
@betacindyaprilia147
Jumlah followers : 1674
@Sasmito
*Username ig* :
@sasmito580
Jumlah followers : 740
@+62 823-9295-8053
*Username ig* :
@Nova_120218
Jumlah Followers : 107
@Ayu Adinda S.Balqis
*Username instagram* : @namaku.rindu
Jumlah followers :920
@Fidha
*Username IG* : hafidhamawar
Jumlah followers : 274
@sivanaEVA๐ฃ
*Username ig* @o_sivana
Jumlah Followers : 275
@eva perangin angin
*Username ig* : evasariperanginangin
Jumlah Followers : 1140
@Uswatun H. F ๐ฒ๐จ๐ต๐ธ
*Username ig* : @UswatunHf20
Jumlah Followers : 343
@Jun Fillqolbi Mujahidin
*Username ig* : @Jun_fillqolbi120795
Jumlah Followers : 706
Mbak Aisyah terimakasih... Suda bertanggung jawab dengan Donasi.
Trimakasih banyak suda mengorbankan IG dan Memegang IG kami juga.
Dalam donasi
HATI Nusa
✍✍✍✍✍✍๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ
Yang Handal adalah Mbak Aisyah dan Pebri.
Terimakasih Atas kerjasama nya
Disini yg masih bersedia ikut galang dana lagi. Tolong Isi form:
@Pj Sunda
*username ig* : pebripm
*jumlah Followers* : 761
@Rindiani Puja Sulsita
*username ig* :rindiani.ps
*jumlah Followers* :1018
@ใค ใฏใคใฝ ใฆใใฃใขใซใฟ Yan Ude
*username ig* : wayan yude
jumlah Followers : 354
@Turtle
*Username ig* : satyayani_
Jumlah followers : 588
@Yusuf Taziri
*Username ig* y.taziri
Jumlah : 675
@Hariyanto Supriyadii
*Username ig* : hariyanto_supriyadii
Jumlah 700
@Lia
*Username ig* :
@betacindyaprilia147
Jumlah followers : 1674
@Sasmito
*Username ig* :
@sasmito580
Jumlah followers : 740
@+62 823-9295-8053
*Username ig* :
@Nova_120218
Jumlah Followers : 107
@Ayu Adinda S.Balqis
*Username instagram* : @namaku.rindu
Jumlah followers :920
@Fidha
*Username IG* : hafidhamawar
Jumlah followers : 274
@sivanaEVA๐ฃ
*Username ig* @o_sivana
Jumlah Followers : 275
@eva perangin angin
*Username ig* : evasariperanginangin
Jumlah Followers : 1140
@Uswatun H. F ๐ฒ๐จ๐ต๐ธ
*Username ig* : @UswatunHf20
Jumlah Followers : 343
@Jun Fillqolbi Mujahidin
*Username ig* : @Jun_fillqolbi120795
Jumlah Followers : 706
Mbak Aisyah terimakasih... Suda bertanggung jawab dengan Donasi.
Trimakasih banyak suda mengorbankan IG dan Memegang IG kami juga.
Selasa, 02 Oktober 2018
BUKU
*Buku, Label, dan Sebuah Takdir*
_Hamdi Ibrahim_
“Buku mengubah takdir hidup orang-orang”, kata Dominguez dalam karyanya Rumah Kertas –judul aslinya La casa de papel-. Alkisah, seorang wanita berusia 45 tahun pengajar sastra di Universitas Cambridge, Bluma Lennon tewas ketabrak mobil ketika sedang membaca karangan Emily Dickinson, _Poems_. Sementara itu Carlos Brauer tokoh penting dari _La casa de papel_, menyendiri ke tepi pantai Rocha setelah indeks buku-buku yang ia buat dilahap api.
Nasib Carlos sangat tragis, ia boyong semua buku-bukunya (saat itu sekitar dua puluh ribu) dan dari buku-buku sebanyak itu ia bikin rumah dari buku-bukunya. Kejadian semisal ini hanya bisa kita temukan dalam karya fiksi. Namun, bukankah bangunan sebuah kisah fiksi dilatarbelakangi dari kejadian nyata?
Lain lagi kisah yang ditulis Miguel Cervantes abad ke-17. Tersebutlah, seorang lelaki tua yang berusia 50 tahun hidup di sebuah pedesaan bernama La Mancha. Alonso Quinjano, kesehariannya hanyalah membaca kisah-kisah pahlawan di zaman klasik. Kelak, ilham dari buku-buku kisah para pahlawan inilah yang akan membawanya kepada sebuah petualangan dan pertempuran. “Aku dilahirkan untuk jadi tauladan nasib malang, sasaran dan arah anak panah untuk disakiti”.
Don Quixote De La Mancha, begitulah nama yang diinginkan oleh lelaki tua nan kurus ini. Memulai petualangannya dengan kudanya, Rocinante. Buku-buku seri para pahlawan telah menyihir akal sehatnya, sehingga keluarga dan orang-orang sekitarnya terheran-heran dan geleng-geleng kepala. Kisah yang ditulis Miguel Cervantes dalam abad ke 17 mampu menggerakan daya imajinasi seseorang dan dari ini pula dunia kesusastraan Barat berkembang.
Syahdan, Manifesto Partai Komunis yang ditulis Marx-Engels, mampu menggerakkan kaum buruh dan pekerja berhasil membuat Rusia pada abad 19 mendirikan negara diktator proletariat pertama yang dipimpin oleh Lenin. Namun, George Orwell dengan karyanya Animal Farm, dicekal dan dibuang dari negaranya karena melakukan sebuah kritik tajam terhadap kekuasaan Comintern (Komunis Internasional).
Ketika Belanda masih kuat cengkramannya terhadap bangsa Indonesia, pada sidang Landrat di Bandung tahun 1931 Soekarno diadili karena memiliki buku Massa Aksi karya Tan Malaka. Diakui oleh Soekarno bahwa Massa Aksi menjadi referensi untuk dia menulis bukunya, Indonesia Menggugat. Dan memang pada rentang tahun 1926 hingga 1930an ketika aksi pemberontakan pertama PKI berhasil digagalkan Belanda, buku-buku yang berbau komunis dilarang. Termasuk tulisan-tulisan Tan Malaka. Dan nanti pada ketika Soeharto berkuasa buku-buku ini kembali dilarang.
“Saya percaya permintaan kepada buku-buku yang ada cukup keras” kata Tan Malaka, “serta nafsu dan keberanian buat mencari atau membagikan buku-buku terlarang cukup besar, tetapi rakyat Indonesia belum lagi sanggup mengatasi tamparan reaksi Belanda”. Perkara buku memang dari dulu sudah menjadi sebuah problem. Problem bagi suatu pemerintahan dan kekuasaan yang sengaja diciptakan untuk melanggengkan kekuasaan.
Karya Pulau Buru yang ditulis oleh Pramodeya Ananta Toer pernah menjadi buku “terlarang” pada masa kepemimpinan Soeharto. Buku-buku yang berhaluan kiri diharamkan dan bagi siapa saja yang ketahuan membaca, berdiskusi atau memilikinya akan diciduk dan diadili. Ntah, kenapa sebuah pemerintahan sering kali menciptakan sebuah hantu yang padahal tidak perlu. Dan melabeli sesuatu seenak jidatnya saja. Ah, demi kekuasaan.
“Pada masa kediktatoran militer terakhir di Argentina” tulis Dominguez, “banyak orang membakari buku-buku mereka di toilet, di kamar mandi, atau mengubur koleksinya di bawah fondasi rumah. Buku menjadi sangat berbahaya. Di paksa memilih antara buku dengan hidup itu sendiri, orang-orang memilih menjadi algojonya. Di zaman itu buku-buku membuat banyak orang jadi tertuduh. Buku menjerumuskan mereka”.
Dari buku hidup seseorang bisa berubah. Baik ke hal romantis ataupun tragis. Tapi dalam sejarah kedua sisi itu selalu ada, yang dominan lebih banyak hal yang tragisnya. Abbas Mahmoud Al Akkad, penyair Mesir lelaki yang tidak tamat sekolah memiliki kecerdasan karena kebiasaannya bergaul dengan buku. Lain lagi dengan Sayyid Quthb. Sastrawan sekaligus aktivis jama’ah Ikhwanul Muslimin ini, karena buku yang ditulisnya, ia dilempar ke penjara dan akhir hidupnya meninggal ditiang gantungan. Kata beliau, ”Kekuatan manakah selain dari kekuatan kata-kata, yang dalam waktu yang menakutkan dan gelap itu telah dapat memecah dinding keghaiban, melampaui batas dan rintangan, dan tertulis dalam catatan abadi kenyataan yang dapat disaksikan itu?”.
Tapi buku adalah buku. Ia hanyalah sebuah kertas dan tinta semata. Yang membuat sebuah buku bisa sebegitu mengerikan, bertenaga dan mampu menghantui para penguasa adalah jiwa para penulisnya.“Para penulis sebenarnya bisa berbuat banyak. Tetapi ada satu syaratnya: mereka mati agar pikirannya dapat hidup. Pikiran mereka itu harus diberi makan dengan daging dan darah mereka sendiri. Mereka harus mengatakan apa yang mereka percayai benar, dan meraka mau menyerahkan darah mereka sebagi tebusan dari kebenaran itu. Pemikiran dan kata-kata kita tetap akan merupakan mayat yang kaku, sampai kita mau mati untuk kepentingannya dan kita sirami ia dengan darah kita. Lalu ia tumbuh menjadi hidup, dan hidup di antara orang-orang hidup” tulis Sayyid Quthb dalam Beberapa Studi Tentang Islam. Mungkin saja, inilah faktor yang terbesar kenapa sebuah buku bisa dilabeli “terlarang”.
Jakarta, 2018
Tulisan Pak Syam
MARI MEMBANGUN SEJARAH
Sejarah bukan semata hak paten generasi masa lalu. Sebab tiap zaman punya sejarahnya masing-masing. Dan, tiap sejarah ada pelaku dan narasi lakonnya masing-masing.
Karena itu gegap gempita dengan lakon para pendahulu tanpa diikuti lakon kekinian, itu sama saja menutup sejarah untuk para pelaku sejarah baru di zaman baru.
Ingat, bukan apa yang sudah dilakukan oleh generasi masa lalu yang membuat kita menyejarah, tapi karena lakon sejarah kita; ya apa peran dan kontribusi nyata kita.
Bukan zamannya berteriak: ini jasa moyangku, ini peran organisasiku, ini warisan leluhurku dan berbagai bentuk teriakan yang kerap kali diucap secara paksa dan tak punya makna apa-apa.
Teriakan semakin tak punya arti dan makna apa-apa terutama karena kita sendiri tak melakukan apa-apa, tak berperan apa-apa.
Maka, jangan pernah mengaku berperan atau bersejarah dengan mendompleng peran atau jasa para pendahulu, sebab itu lakon para pendahulu. Bukan lakon kita. Lakon kita adalah melanjutkan lakon terbaik mereka, bukan semata "meng-aku" lalu diam tak melakukan apa-apa atau tak berperan apa-apa.
Sungguh, waktu adalah zat yang berada di luar kekuasaan kita. Waktu ada bukan karena kita, tapi ia bersama kita.
Kini, kita bersama dan dalam perputaran waktu untuk terus mengikhlaskan seluruh lakon dan menyadari fakta bahwa tak ada satu detikpun yang mampu kita cipta. Sungguh, begitu Maha Kuasa Allah di atas segala ciptaan dan ketentuan-Nya.
Pesannya tegas dan jelas, walau waktu di luar jangkauan kuasa kita, kita tetap punya tanggungjawab untuk memberinya makna sebagai wujud syukur kepada Yang Maha Kuasa itu.
Ya, kini, dengan rendah hati namun tetap optimis, kita perlu melakukan secara riil berbagai hal sebagai jawaban atas pertanyaan ini: apa yang sudah kita lakukan sekarang dan apa peran kita dalam menghadirkan sejarah baru di masa depan?
Itulah secuil cara, di samping begitu banyak cara, yang bisa kita emban untuk membangun sejarah baru di masa depan. Untuk anak-cucu kita di masa yang akan datang.
Kini, kesempatan masih terbuka, momentum pun tersedia begitu gratis. Sejarah mesti kita isi dan warnai dengan lakon riil kita sesuai kemampuan, kompetensi dan profesi kita masing-masing.
Jangan biarkan sejarah terisi oleh lakon para pendusta dan manusia bermental dubuk: manusia berwatak binatang (rakus, serakah, merasa paling berjasa dalam segala hal dan mau menang sendiri).
Atau, lebih tegasnya lagi, jangan sampai kita menjadi generasi baru yang bermental dubuk!
Ya, kita mesti bangkit bersama dengan keragaman potensi, kompetensi dan profesi kita, lalu terus menerus menyolidkan barisan sebagai generasi baru Indonesia untuk menunaikan tugas sejarah.
Sungguh, waktu adalah kawan sekaligus musuh besar kita. Dia datang tanpa salam dan kosa kata, pergi juga tanpa permisi dan basa-basi. Dalam perputaran waktu yang khas itulah kita hadir, berperan dalam lakon sejarah lalu kelak menemui ajal kematian kita.
Dalam alur dan kuasa waktu semacam itu, waktu hendak memberi pelajaran sekaligus hikmah berharga bahwa kita bukan siapa-siapa, tapi punya kesempatan dari Sang Kuasa untuk melakukan apa-apa: banyak hal bagi sejarah masa depan.
Sejarah telah memberi kita gambaran bahwa peradaban-peradaban besar adalah karya akumulatif antar generasi. Bangsa kita ini sejatinya tak pernah berdiri hanya karena: air mata, ide dan darah satu orang atau sekelompok orang atau segolongan orang. Itu sebabnya yang dibutuhkan oleh Indonesia kini dan ke depan bukan nostalgia dan virus "aku" yang mencemaskan, tapi generasi baru yang punya kontribusi nyata. Ya, menjadi kontributor sejarah baru.
Adalah Umar bin Khathab pernah mengatakan, "Setiap kali saya menghadapi masalah-masalah besar, yang saya panggil adalah anak-anak muda".
Bangsa kita ini membutuhkan anak-anak muda baru dengan lakon baru. Ini tak bermakna menepi dan menafikan lakon generasi tua. Justru lakon bahkan kepada generasi tua itulah kita banyak belajar untuk melanjutkan peran sejarah dan membangun sejarah baru Indonesia.
Akhirnya, if we will it, its not dream. Semoga, kalau kita berkemauan kuat, itu bukan sekadar mimpi! (*)
Syamsudin Kadir
Presiden Generasi Milenial Indonesia
(Gen Milenial)
#penulis buku "Pendidikan Mencerahkan dan Mencerdaskan Bangsa"
Sejarah bukan semata hak paten generasi masa lalu. Sebab tiap zaman punya sejarahnya masing-masing. Dan, tiap sejarah ada pelaku dan narasi lakonnya masing-masing.
Karena itu gegap gempita dengan lakon para pendahulu tanpa diikuti lakon kekinian, itu sama saja menutup sejarah untuk para pelaku sejarah baru di zaman baru.
Ingat, bukan apa yang sudah dilakukan oleh generasi masa lalu yang membuat kita menyejarah, tapi karena lakon sejarah kita; ya apa peran dan kontribusi nyata kita.
Bukan zamannya berteriak: ini jasa moyangku, ini peran organisasiku, ini warisan leluhurku dan berbagai bentuk teriakan yang kerap kali diucap secara paksa dan tak punya makna apa-apa.
Teriakan semakin tak punya arti dan makna apa-apa terutama karena kita sendiri tak melakukan apa-apa, tak berperan apa-apa.
Maka, jangan pernah mengaku berperan atau bersejarah dengan mendompleng peran atau jasa para pendahulu, sebab itu lakon para pendahulu. Bukan lakon kita. Lakon kita adalah melanjutkan lakon terbaik mereka, bukan semata "meng-aku" lalu diam tak melakukan apa-apa atau tak berperan apa-apa.
Sungguh, waktu adalah zat yang berada di luar kekuasaan kita. Waktu ada bukan karena kita, tapi ia bersama kita.
Kini, kita bersama dan dalam perputaran waktu untuk terus mengikhlaskan seluruh lakon dan menyadari fakta bahwa tak ada satu detikpun yang mampu kita cipta. Sungguh, begitu Maha Kuasa Allah di atas segala ciptaan dan ketentuan-Nya.
Pesannya tegas dan jelas, walau waktu di luar jangkauan kuasa kita, kita tetap punya tanggungjawab untuk memberinya makna sebagai wujud syukur kepada Yang Maha Kuasa itu.
Ya, kini, dengan rendah hati namun tetap optimis, kita perlu melakukan secara riil berbagai hal sebagai jawaban atas pertanyaan ini: apa yang sudah kita lakukan sekarang dan apa peran kita dalam menghadirkan sejarah baru di masa depan?
Itulah secuil cara, di samping begitu banyak cara, yang bisa kita emban untuk membangun sejarah baru di masa depan. Untuk anak-cucu kita di masa yang akan datang.
Kini, kesempatan masih terbuka, momentum pun tersedia begitu gratis. Sejarah mesti kita isi dan warnai dengan lakon riil kita sesuai kemampuan, kompetensi dan profesi kita masing-masing.
Jangan biarkan sejarah terisi oleh lakon para pendusta dan manusia bermental dubuk: manusia berwatak binatang (rakus, serakah, merasa paling berjasa dalam segala hal dan mau menang sendiri).
Atau, lebih tegasnya lagi, jangan sampai kita menjadi generasi baru yang bermental dubuk!
Ya, kita mesti bangkit bersama dengan keragaman potensi, kompetensi dan profesi kita, lalu terus menerus menyolidkan barisan sebagai generasi baru Indonesia untuk menunaikan tugas sejarah.
Sungguh, waktu adalah kawan sekaligus musuh besar kita. Dia datang tanpa salam dan kosa kata, pergi juga tanpa permisi dan basa-basi. Dalam perputaran waktu yang khas itulah kita hadir, berperan dalam lakon sejarah lalu kelak menemui ajal kematian kita.
Dalam alur dan kuasa waktu semacam itu, waktu hendak memberi pelajaran sekaligus hikmah berharga bahwa kita bukan siapa-siapa, tapi punya kesempatan dari Sang Kuasa untuk melakukan apa-apa: banyak hal bagi sejarah masa depan.
Sejarah telah memberi kita gambaran bahwa peradaban-peradaban besar adalah karya akumulatif antar generasi. Bangsa kita ini sejatinya tak pernah berdiri hanya karena: air mata, ide dan darah satu orang atau sekelompok orang atau segolongan orang. Itu sebabnya yang dibutuhkan oleh Indonesia kini dan ke depan bukan nostalgia dan virus "aku" yang mencemaskan, tapi generasi baru yang punya kontribusi nyata. Ya, menjadi kontributor sejarah baru.
Adalah Umar bin Khathab pernah mengatakan, "Setiap kali saya menghadapi masalah-masalah besar, yang saya panggil adalah anak-anak muda".
Bangsa kita ini membutuhkan anak-anak muda baru dengan lakon baru. Ini tak bermakna menepi dan menafikan lakon generasi tua. Justru lakon bahkan kepada generasi tua itulah kita banyak belajar untuk melanjutkan peran sejarah dan membangun sejarah baru Indonesia.
Akhirnya, if we will it, its not dream. Semoga, kalau kita berkemauan kuat, itu bukan sekadar mimpi! (*)
Syamsudin Kadir
Presiden Generasi Milenial Indonesia
(Gen Milenial)
#penulis buku "Pendidikan Mencerahkan dan Mencerdaskan Bangsa"
Laporan Oktober Hati Nusa
๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ Laporan Donasi untuk Lombok ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ
Berikut Dokumentasi
Penyaluran dana Hati Nusa
untuk salah satu keluarga
yang kebakaran rumah sa'at
Terjadi Gempa Bumi di Sumbawa Besar,NTB.
Dana Hati Nusa yg masih tersisa baru'Bisa disalurkan dini hari.
Semoga bermanfaat bagi yang menerimanya.
Terimakasih kepada relawan yang telah menyalurkan
๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ laporan pengembalian uang anggota caleg๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ
Dihari yang sama
Yaitu hari Selas,2 Oktober 2018.
Pengembalian uang oleh bendum Hati Nusa telah selesai.
Jumlah uang sebanyak Rp 25.000
. Tim Inti tidak memotong sepersen pun ya..
Maafkan kami yang telah membatalkan kegiatan itu.
.
Terimakasih Bendum atas kerja samanya
๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ Laporan App ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ
Akhirnya setelah mencari beberapa pekan untuk App
Sudah menemukan yang pasti.
Delfi memberikan pengumuman terkait hal ini di grup Tim Inti
๐๐๐๐✌✌
pengumuman
gw udh dpt org it bersedia buatin dr awal
ini terpercaya karena dy temennya nci gw
harganya 10jt + dpt website sederhana
Terimakasih Delfi
Atas kerja samanya.
.
.
Yang sebelumnya ditemukan juga tapi
bliau hanya bisa APP Berbasis Web.
Sedangkan yang mobile/Android Belum Bisa.
.
Mari kita siapkan rencana lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)


















