Uswatun Hasanah Fitria
Sabtu, 07 Mei 2022
Materi Zoom Komposting
Jumat, 06 Mei 2022
Pameran UMKM NTT
Pameran UMKM dari seluruh wilayah NTT di waterfront labuan bajo. Kegiatan ini diadakan oleh ASETI NTT (ASOSIASI SENI TARI INDONESIA).
Komposting 7 (terakhir)
*KULWAP #7: SAATNYA KOMPOSTING!*
Ya, inilah momen yang sudah kita tunggu bersama yaitu saatnya melakukan komposting.
Secara umum, metode apa pun yang Anda pilih untuk melakukan komposting memiliki prinsip yang sama:
1.Berikan MOL secukupnya pada sampah yang telah dicacah
2. Berikan penggembur untuk mengurangi kadar air dari sampah organik
3. Masukkan ke dalam lubang organik, lubang biopori, kompospot atau komposter (kecuali ecoenzyme)
Untuk tutorial komposting, silakan menyimak dan mengikuti langkah-langkah di video berikut:
https://youtu.be/iCZ7Ymh8xnA
*TUGAS:*
Foto proses komposting yang Anda lakukan dan sampaikan di grup.
Selamat mengerjakan! 🤩👍🌱
#materikulwap
Belajar Komposting 6
*KULWAP #6: MENCACAH SAMPAH*
Mengapa perlu melakukan proses pencacahan sampah? Karena mencacah membantu sisa bahan organik menjadi lebih mudah dan lebih cepat diolah oleh bakteri pengompos.
Alat apa yang bisa digunakan untuk mencacah? Anda bisa menggunakan pisau dan talenan atau gunting tanaman yang kuat untuk mencacah sisa bahan organik yang akan diolah.
Tidak perlu terlalu halus. Semakin Anda sering melakukan komposting, Anda akan semakin tahu seberapa hasil akhir dari ukuran sampah setelah melalui proses komposting, sehingga memang ada jenis sampah yang perlu dicacah lebih kecil ukurannya seperti daun pisang, bonggol jagung, bonggol pisang, batang serai dan sejenisnya, dan ada jenis sampah yang bisa dicacah dengan ukuran besar seperti kulit semangka, kulit jeruk dan sebagainya.
Secara umum, buatlah cacahan sampah Anda di ukuran sekitar 5 cm.
Untuk tutorial dan inspirasi dalam mencacah sampah, bisa disimak di video berikut: https://youtu.be/uuYFiXdIiyg
*TUGAS:*
Foto sampah atau sisa bahan organik Anda sebelum dan sesudah dicacah. Selamat mengerjakan! 😃👍🌱
#materikulwap
Belajar komposting 5
*KULWAP #5: MENYIAPKAN PENGGEMBUR*
Apa itu penggembur? Penggembur adalah material organik yang dapat membantu proses penyerapan air atau kelembaban pada sisa bahan organik.
Tujuan pemberian penggembur adalah agar kelembaban sisa bahan organik dapat disesuaikan sehingga proses pengomposan bisa berlangsung dengan lebih optimal.
Dengan memberikan penggembur akan membantu mengurangi aroma menyengat dan jumlah belatung yang muncul. Karena aroma yang menyengat dan jumlah belatung yang terlalu banyak adalah penanda kalau sisa bahan organik yang sedang diolah terlalu basah.
Contoh penggembur:
- Daun kering (bisa diremukkan dan hancur)
- Serbuk kayu
- Sekam bakar
- Abu gosok
Silakan menyaksikan video berikut untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai penggembur:
https://youtu.be/gBB3lH-czxI
*TUGAS:*
Siapkan penggembur dan tempatkan dalam wadah seperti toples, karung dan sejenisnya agar dapat segera digunakan saat akan melakukan komposting.
Ditunggu setoran tugasnya 😃👍🌱
#materikulwap
Selasa, 03 Mei 2022
Belajar komposting 4
*KULWAP #4: MEMBUAT MOL*
MOL atau mikroorganisme lokal adalah salah satu pembeda yang membuat proses komposting menjadi lebih cepat dari proses alamiahnya, karena kita akan menghadirkan bakteri dan mikroorganisme lainnya yang akan membantu proses pengomposan lebih cepat.
Mengapa proses pengomposan perlu lebih cepat? Agar fase pengolahan yang menghasilkan aroma dan menghasilkan belatung bisa lebih cepat dilalui, dan semakin banyak sisa bahan organik yang bisa diolah.
Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk membuat MOL?
1. Botol air mineral ukuran 1,5 liter
2. Air beras cucian pertama
3. 1 sendok makan gula merah atau gula pasir
*Caranya:*
1. Masukkan air beras ke dalam botol air mineral, lalu masukkan 1 sendok makan gula pasir atau gula merah, kocok (Gula bisa dicampur ke air beras pada wadah lain terlebih dahulu agar lebih mudah diaduk dan tercampur).
2. Simpan larutan pada tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung selama 2 minggu.
3. Dalam 1 minggu pertama, buka tutup botol air mineral setiap hari untuk mengeluarkan gas yang dihasilkan, lalu tutup rapat kembali.
4. Setelah 2 minggu, MOL siap digunakan.
Mudah, bukan? Untuk tutorial membuat MOL, bisa disaksikan pada video berikut: https://youtu.be/YFTM5Sy63GM
Bagaimana bila usia MOL belum dua minggu? Apakah MOL bisa dipakai untuk mengompos atau mengompos tanpa MOL saja? Jawaban saya lebih baik mengompos dengan MOL yang baru dibuat daripada mengompos tanpa MOL. Jadi, silakan dipakai saja MOL-nya untuk mengompos ya 😉👍🌱
*TUGAS:*
Buat MOL, dokumentasikan proses dan hasilnya, lalu setorkan ke grup.
Selamat mengerjakan 😃👍
*FAQ*
Kalau usia MOL belum 2 minggu apakah tetap bisa digunakan?
Jawabannya: bisa. Lebih baik sisa bahan organik terkena MOL (campuran air beras dan gula usia berapa pun) daripada tidak terkena MOL sama sekali.
Video inspirasi:
https://youtu.be/De9FDHw2zAE
#materikulwap
Belajar komposting 3
*KULWAP #3: TENTUKAN METODE UNTUK MENGOLAH SAMPAH ORGANIK*
Bagaimana sahabat semua, sudah memiliki dua tempat sampah? Setelah sampah terpilah, maka langkah selanjutnya adalah menentukan dengan cara apa sampah organik itu diolah.
Berikut adalah metode-metode pengolahan sampah yang bisa sahabat semua pilih, lengkap dengan keuntungan dan tantangannya:
*1. Lubang Organik*
Bagi sahabat yang memiliki lahan atau tanah, atau yang di sekitar tempat tinggalnya ada tanah terbuka yang ‘menganggur’, bisa menggunakan metode lubang organik ini untuk mengolah sisa bahan organiknya.
Peralatan yang dibutuhkan adalah cangkul atau sekop dan MOL (mikroorganisme lokal. Cara membuatnya akan diberitahukan pada bab berikutnya).
Keuntungan:
- sederhana, bermodalkan tanah terbuka
- dapat menyuburkan tanah tempat sampah organik dikubur
Tantangan:
- membutuhkan lahan
- tidak dapat memanen POC (pupuk organik cair)
Inspirasi:
http://rumahhijaunet.blogspot.com/2015/12/catatan-hari-ke-439-komposting-membuat.html?m=0
*2. Biopori*
Secara proses, biopori seperti lubang organik yang dihadirkan dengan cara menggali lubang di tanah dan memasukkan sampah organik ke dalamnya. Untuk membuat biopori, dibutuhkan alat penggali lubang biopori khusus dan instalasi berbentuk pipa yang perlu dipersiapkan sebagaimana pada gambar berikut.
Keuntungan:
- bisa berfungsi untuk lubang resapan air hujan
- cocok untuk mengolah sampah organik hewani
Tantangan:
- pengerjaan membutuhkan alat khusus untuk menggali lubangnya
- mempersiapkan pipa khusus untuk biopori
- tidak bisa memanen pupuk organik cair
*3. Kompospot*
Ini adalah metode yang sangat bisa diterapkan di hampir semua hunian, karena menggunakan pot sebagai alat pengomposnya.
Secara prinsip sama seperti lubang organik, hanya saja menggunakan pot sebagai tempat tanahnya.
Keuntungan:
- hemat tempat
- bisa diaplikasikan di semua hunian
- bisa mendapatkan media tanam yang berkualitas
Tantangan:
- tidak dapat memanen pupuk organik cair
Video Inspirasi:
https://youtu.be/HRUGQ2c7GCg
*4. Komposter*
Metode menggunakan komposter bisa jadi adalah metode yang paling praktis, karena sudah tersedia alat yang bisa digunakan untuk proses komposting.
Melalui komposter ini, kita bisa mendapatkan pupuk organik hasil komposting, baik padat maupun cair.
Keuntungan:
- praktis, tinggal masukkan sampah organik yang telah diberi MOL ke dalam komposter
- bisa mendapatkan pupuk organik, baik padat maupun cair
Tantangan:
- investasi awal untuk memiliki atau membuat komposter
Inspirasi:
https://youtu.be/iCZ7Ymh8xnA
*5. Ecoenzyme*
Ecoenzyme adalah sebuah metode komposting khusus untuk mengolah kulit buah atau sisa batang sayuran atau rempah sehingga dapat menghasilkan pupuk organik baik padat maupun cair.
Keunikan ecoenzyme adalah cairannya yang bisa digunakan sebagai desinfektan alami sehingga bisa digunakan untuk membersihkan dapur, lantai dan sebagainya.
Keuntungan:
- hasil POC harum kecut segar
- POC bisa dipakai sebagai larutan pembersih untuk kompor, meja, lantai, dan sebagainya
- hasil komposting baik cair maupun padat bisa digunakan untuk tanaman
Tantangan:
- proses pengomposan atau fermentasi yang berlangsung lebih lama (3 bulan)
- 1-2 minggu pertama perlu membuka tutup botol setiap hari untuk menghindari ledakan gas
- hanya untuk kulit buah dan batang sayur saja
Video Inspirasi:
https://youtu.be/xdvf-rigGXw
Demikian 5 metode komposting sederhana yang bisa sahabat semua pilih.
🌱🌱🌱
*TUGAS*
Pilih metode komposting yang akan sahabat semua lakukan ya. Sertakan foto lahan (untuk lubang organik), pipa biopori, pot untuk kompospot, komposter atau botol/wadah untuk ecoenzyme.
Ditunggu setoran tugasnya ya. Semangat! 😃💪🌱
#materikulwap

















































































